Kapolri Edarkan Telegram Larang Bawahannya Berpihak di Pemilu, HNW: Saya Dukung

Selasa, 26 Maret 2019 - 02:51 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jelang berlangsungnya Pemilu pada 17 April 2019, aparat kepolisian terus disutkan dengan berbagai video kampanye mereka mendukung dalah satu Capres di media sosial.

Beberapa video yang tersebar memperlihatkan oknum anggota Polri ikut berkampanye kepada Capres tertentu. Menanggapi masalah tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memutuskan untuk mengedarkan telegram Kapolri yang intinya melarang keras seluruh personel Polri untuk bersikap memihak kepada salah satu pasang calon presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, di sela-sela Diskusi Empat Pilar MPR RI “Konsolidasi Nasional untuk Pemilu Damai”, di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (25/3).

“Saya dukung telegram netralitas Kapolri yang melarang semua anggota Polri untuk memihak di Pemilu serentak 17 April nanti,” kata Hidayat.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan bahwa telegram tersebut untuk mengembalikan marwah Pemilu dan wibawa Polri di mata rakyat Indonesia. “Untuk apa? Biarkan rakyat menjalani Pemilu secara asyik,” pungkasnya. (RBA/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.