Pakar Politik UIN Syarif Hidayatullah: Pemilu Jangan Dinodai

Selasa, 26 Maret 2019 - 08:20 WIB

FAJAR.CO.ID—Pemilu bukan perang antaragama, suku, dan golongan. Begitu ditegaskan pakar politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno dalam diskusi Empat Pilar dengan tema “Konsolidasi Nasional Untuk Pemilu Damai”, di media center DPR, Senin (25/3). “Cukup sudah konflik yang terjadi di Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan, Pemilu sebagai pesta demokrasi harus disambut dengan baik. Jangan sampai adanya Pemilu membuat kondusivitas tidak produktif.

Dalam Pemilu, Adi melanjutkan, rakyat sebagai penentu yang menjadikan atau menggagalkan seseorang pemimpin. Dari sinilah maka peserta Pemilu selalu mendekati rakyat dan membentuk asosiasi yang mewadahi mereka. “Agar disebut dekat dengan rakyat, caleg dan capres melakukan blusukan,” ucapnya.

Ia menilai demokrasi pasca reformasi membawa berkah bagi seluruh rakyat. Pada masa lalu, untuk menjadi presiden biasanya berasal dari garis keturunan. “Sekarang siapa saja bisa menjadi pemimpin,” ujarnya. (rml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *