Polda Endus Dugaan Korupsi Halte BRT

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel tengah mengendus dugaan korupsi terhadap pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT).

Penyelidikan sementara didalami terkait spesifikasi pembangunan halte. Sebab perbandingan pembangunan ditahap awal pada tahun 2015 lebih bagus dibanding dengan pembangunan halte pada tahun 2016 dan 2017.

Diketahui, total 150 halte tersebar di wilayah Mamminasata, anggaran lebih dari Rp20 miliar, dan pembangunan bertahap sejak 2015. Kini tak lagi dimanfaatkan bahkan ada yang beralih fungsi jadi tempat dagangan. Sedang untuk anggaran tahun 2016 sebesar Rp9,7 miliar, dan tahun 2017 Rp6,7 miliar.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wirajati mengatakan, jika halte itu dibandingkan dengan pembangunan pada tahun 2015 dan 2016/2017 sangat berbeda. “Warna besi lebih bagus, berdasarkan spesifikasi ada tidak kesesuaian. Prinsipnya halte yang lama lebih bagus dibanding yang baru,” katanya kepada FAJAR, Rabu (26/3/2019)

Terkait dokumen lengkapnya, Yudha mengakui belum mendapatkannya. Tetapi kasus ini berdasarkan informasi bahwa pembangunannya yang sekarang lebih jelek. “Ini masih pulbaket. Saya tidak enak bicara omong kosong. Tunggu saya hasil penyelidikannya,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Halte BRT itu merupakan Ilyas Iskandar yang juga merupakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sulsel. (gun) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...