Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Penjual Pecel Lele di Pondok Gede

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BEKASI – Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede AKP Supriyanto mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku pengeroyokan penjual pecel lele di Jalan Raya Jati Makmur, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Sebelumnya, pengeroyokan terjadi pada 10 Maret 2019 pukul 02.30 WIB. Saat itu korban yang sedang berjualan pecel lele bernama Achmad Junaidi (50) didatangi dua orang yang memesan pecel lele. Namun karena merasa lama menunggu pesanannnya, kedua pelaku kesal dan mengeroyok korban hingga korban alami luka pada bagian muka.

Adapun ciri-ciri pelaku yang dikantongi polisi didapati dari keterangan korban. Ciri-ciri pelaku pertama yakni, bertubuh besar, warna kulit kecokelatan, memakai kemerja warna merah marun, celana panjang dan naik motornya Vixion.

Sementara itu, pelaku kedua yang memegang balok memiliki tubuh besar, kulitnya agak putih, usia sekitar 43, pakai kaos warna hitam, celana panjang. Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga menerapkan operasi yustisi yakni, berkoordinasi dengan RT dan RW terkait keberadaan dua pelaku pengeroyokan.

“Kami sudah koordinasi dengan RT RW terus ada Kamtibmas, operasi Yustisi. Operasi (setiap) kontrakan sama kelurahan. Kalau ada orang seperti itu (ciri-ciri pelaku) ya sudah kasih tahu. Itu jalan satu-satunya,” kata Supriyanto Selasa (26/3).

Dia menjelaskan, polisi juga sempat mengetahui kebiasaan pelaku yang sering main billiar di daerah Jati Makmur. Namun setelah diselidiki, pelaku sudah tak terlihat lagi gerak-geriknya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga menerapkan operasi yustisi yakni, berkoordinasi dengan RT dan RW terkait keberadaan dua pelaku pengeroyokan. “Kami sudah koordinasi dengan RT RW terus ada Kamtibmas, operasi Yustisi. Operasi (setiap) kontrakan sama kelurahan. Kalau ada orang seperti itu (ciri-ciri pelaku) ya sudah kasih tahu. Itu jalan satu-satunya,” kata Supriyanto Selasa (26/3).

Dia menjelaskan, polisi juga sempat mengetahui kebiasaan pelaku yang sering main billiar di daerah Jati Makmur. Namun setelah diselidiki, pelaku sudah tak terlihat lagi gerak-geriknya.

“Belum, makanya sudah ramai (di media) orangnya enggak datang lagi deh tuh. Kemarin aja dia masih main ke tempat billiard sekarang udah enggak ada,” tandas dia. (Fajar/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...