Golput Bisa Dipidana, Mahfud: Pakai Pasal Apa?

Kamis, 28 Maret 2019 19:08

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD (JPC)FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Golput alias tidak memilih dalam pemilu tidak bisa dijerat pidana. Sebab, golput merupakan hak bagi setiap warga negara.Pandangan itu disampaikan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD. “Ndak ada undang-undangnya, ndak ada hukumnya, mau pakai pasal apa? Mau pake teror? Teror bukan. Mau pakai hoax? Hoax bukan,” ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/3).Lain hal jika ada seseorang yang menghalangi dan mengintimidasi orang lain agar tidak memilih, itu secara hukum menurutnya bisa dijerat. “Kalau cuma saya mau golput, ikut, ndak. Mau dihukum dengan apa?” singgungnya.Golput secara hukum pada dasarnya tidak apa-apa. Sebab golput dan memilih adalah hak tetapi secara politik diharapkan tidak ada yang golput. “Karena apa? Karena bagaimana pun negara ini harus melahirkan pemimpin dan wakil rakyat,” tegas mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.Nyatanya, golput tidak akan mengurangi legitimasi hasil pemilu dan legalitas hasil pemilu. Untuk itu, lebih baik kata Mahfud, seluruh stakeholder terkait mengajak masyarakat agar tidak golput sebagai tanggung jawab moral.

Bagikan berita ini:
8
10
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar