Kemlu RI: Golan Tetap Wilayah Suriah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Pemerintah Indonesia menolak keras pengakuan atas Dataran Tinggi Golan menjadi bagian dari Israel oleh Amerika Serikat (AS). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, pengakuan ini mengganggu stabilitas dan perdamaian di kawasan.

“Pengakuan ini tidak sejalan dengan berbagai kesepakatan dan hukum internasional yang ada,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir di Kemlu, Jakarta pada Kamis (28/3).

Arrmanatha juga menyatakan, Indonesia akan tetap mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Suriah. Meski saat ini diduduki Israel sejak 1967.

Baru-baru ini Presiden AS Donald Trump mengatakan, sudah saatnya bagi AS untuk mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel. Pengakuan ini sendiri melanggar kebijakan AS (Haaretz)

Seperti diketahui, pada 1981 telah diterapkan hukum Israel mengenai daerah itu. Langkah ini adalah sama dengan pencaplokan, namun tidak pernah diakui secara internasional.

Baru-baru ini Presiden AS Donald Trump mengatakan, sudah saatnya bagi AS untuk mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel. Pengakuan ini sendiri melanggar kebijakan AS.

Pada Selasa (26/3), lima negara Eropa yang duduk di DK PBB yaitu Belgia, Inggris, Prancis, Jerman dan Polandia menolak keputusan Trump. Mereka bersikeras bahwa posisi Eropa tidak berubah dan Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel, sesuai dengan hukum internasional yang diabadikan dalam resolusi PBB. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment