Shafira Hadirkan 87 Look Bergaya Masjid 5 Benua di IFW 2019

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 menjadi momen yang pas bagi label busana muslim Shafira. Bagaimana tidak, label yang didirikan Feny Mustafa sejak tahun 1989 di Bandung itu berulang tahun ke-30.

Maka itu, di ajang IFW 2019 kali ini menjadi puncak dari 30 tahun perjalanan Shafira dengan menyuguhkan kemasan yang istimewa bagi penggemarnya di panggung IFW 2019 pada Jumat (29/3) nanti.

Mengusung tema #ShafiraWorldWanderer, Shafira akan menampilkan 87 look sebagai gambaran eksistensi menjelajah dunia di industri fashion melalui karyanya. Label ini selalu berusaha untuk menunjukkan ciri khas Indonesia dalam balutan modest wear. Kini, dalam 30 tahun perjalanannya, Shafira terinspirasi dari masjid-masjid di lima benua.

Feny mengisahkan perjalanannya 30 tahun silam awal mula dimana ia mencetuskan membangun sebuah brand fashion muslim bernama Shafira. Feny menuturkan alasan ia memilih masjid sebagai tema 30 perjalanannya di industri fashion.

“Mengapa masjid sebab saya flashback 30 tahun lalu berawal saat saya usai salat Ashar di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) saat saya jadi mahasiswa, dan tercetuslah pemikiran membangun Shafira saat itu. Setiap saya traveling, arsitektur masjid itu bagus-bagus sekali kalau ditampilkan ke dalam fashion,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/3).

Berbicara masjid di Indonesia, salah satu masjid di Aceh juga menjadi inspirasi bagi Feny. Masjid tertua di Aceh itu juga menjadi napas dalam busana Shafira.

“Arsitekturnya cantik. Tenun-tenun motif Aceh itu jarang ada desainer Indonesia yang mengangkat. Kami mengangkat kain Aceh agar modern dengan tenun Aceh,” jelas Feny.

Masjid di benua itu seperti Asia, Afrika, Amerika, Eropa dan Australia diharapkan bisa menandai keseriusan Shafira menuju Indonesia sebagai kiblat dunia 2020. Bahan-bahan yang digunakan juga dari kain-kain tradisional dipadukan dengan motif negara khas masing-masing di lima benua seperti motif Aborigin khas Australia, Maroko, dan Jerman.

Kendati demikian, lanjut Feny dalam menciptakan busana ia tetap mengutamakan simple, elegan, dan wearable. “Ciri khas kami adalah busana keluarga, maka ada busana suami istri dan anak-anak,” tegasnya.

  • Bagikan