Soal Dugaan Suap Jabatan, Rektor UIN: Pemilihan Rektor Sama Sekali Tanpa Mahar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof Musafir Pababbari, angkat bicara soal dugaan suap jabatan. Pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, terkait pemilihan rektor di UIN Alauddin dinilai tidak benar.Dia mengatakan, dugaan mahar Rp5 miliar untuk menduduki jabatan rektor sama sekali tidak ada. Sebab, dia terpilih berdasarkan hasil voting anggota senat akademik, bukan dipilih oleh kementerian.Sedangkan, pemilihan rektor atau ketua di UIN Jakarta dan IAIN Meulaboh sudah menggunakan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 68 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh pemerintah.Soal batalnya Prof Andi Faisal Bakti (guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dilantik menjadi rektor, kata dia, karena pada saat itu anggota senat yang hadir tidak mencukupi dua per tiga dari total anggota senat. Sehingga Kementerian Agama mempertimbangkannya.Rektor periode 2015-2019 itu pun siap jika persoalan ini berlanjut ke rana hukum. “Kalau Pak Mahfud punya data-data (mengenai jual beli jabatan) ya silakan. Saya siap jadi saksi apakah memang itu ada,” tegas dia, Rabu (27/3/2019).Sebelumnya, Mahfud menjawab lebih lanjut terkait klarifikasi pernyataannya dalam acara ILC tersebut di akun Twitter resminya @mohmahfudmd, Jumat, (22/3/2019). Ia menegaskan tak menggeneralisasi setiap pengangkatan rektor UIN seluruh Indonesia bermasalah atau mengandung praktik jual beli jabatan.

  • Bagikan