Takut Didemo, Disdikbud Banten Batal Pecat Enam Guru Honorer

Kamis, 28 Maret 2019 - 01:32 WIB

FAJAR.CO.ID, BANTEN – Ketua Umum Honorer Banten Bersatu Martin Alkosim mengungkapkan, aksi demo besar-besaran yang rencananya digelar Kamis (28/3) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten dibatalkan.

Hal ini menyusul adanya kesepakatan antara Kadisdikbud Banten, enam guru honorer, dan PGRI. “Kami tidak jadi demo karena semua sudah sepakat. Enam guru honorer itu hanya skorsing,” kata Martin seperti dikutip dari JPNN, Rabu (27/3).

Walaupun tuntutan Martin dan kawan-kawannya agar enam guru honorer itu langsung dipekerjakan paling lambat 1 April tidak dipenuhi, tapi mereka tidak melanjutkan aksi. Lantaran enam guru honorer dimaksud sudah legowo menerima keputusan Disdikbud Banten.

“Enam guru ini legowo menerima skorsing. Mereka nanti bekerja 2 Mei dan SK-nya (sebagai tenaga honorerd, red) tidak dicabut. Artinya masa kerjanya tidak terputus,” terangnya.

Keputusan Disdikbud ini diperkuat lewat surat pernyataan yang dibuat kepala dinas. “Ini kami sedang rapat dan menunggu surat Kadisdikbud,” ucapnya.

Sebelumnya, Martin mengungkapkan, 100 ribu honorer bakal mengepung Disdikbud Provinsi Banten. Seratus ribu honorer ini adalah massa pendukung Prabowo-Sandi.

Aksi ini sebagai bentuk solidaritas pemecatan terhadap enam guru honorer di SMAN 9 Tangerang (belakangan diketahui ternyata hanya skorsing) karena berpose salam dua jari dan pamer stiker pasangan capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga. (Fajar/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.