Cerita Fahri tentang Fitnah ke Prabowo

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah bercerita tentang calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Dalam ceritanya yang ia unggah di Twitter, Fahri menyebut Prabowo adalah sosok ksatria yang kerap menjadi sasaran fitnah.

Dalam ceritanya, Fahri juga menyinggung keberanian Prabowo bertempur di garis depan. Bahkan Fahri membandingkan Prabowo dengan jenderal lain yang menurutnya tidak sepemberani Prabowo. Sayang tidak dijelaskan lebih lanjut siapa jenderal yang dia anggap tidak bernyali itu.

“Susah kalau jenderal gak pernah ke medan perang, jadi pengecut, beraninya perang intelijen memakai fasilitas negara. Kata mereka bikin perang total, ya perang memakai aparatur negara untuk melumpuhkan lawan dari belakang. Waspada kawan-kawan tetap fokus ke depan,” tulis Fahri di awal ceritanya, Jumat (29/3).

Dia menceritakan, kalau Prabowo itu jenderal tempur, ia terjun ke medan perang dengan memakai parasut mempertaruhkan nyawa. Status sebagai mantu presiden sebenarnya bisa menjadi alasan Prabowo menghindar dari tugas lapangan, tapi dia enggan dan lebih memilih turun ke medan tempur mempertaruhkan nyawa bersama para prajuritnya.

“Sikap ksatria ditunjukkan dengan keberanian berhadap-hadapan, berkata apa adanya dan mengerti etika dalam menyerang lawan. Bangsa ini tahu bagaimana sang jenderal bertempur di medan perang dan sekarang kita melihat bagaimana sang jenderal bertempur di medan politik. Sama, ksatria,” katanya.

Karena sikap ksatria itu, lanjut Fahri, kini Prabowo kerap difitnah, tuduhan dibuat secara sepihak dengan motif politik dan penyingkiran. Meski difitnah, Prabowo menerima fitnah tersebut dan memilih diam. “Dan dia diam, dia ambil tanggung jawab putus sampai di dia. Dia jaga apa yang dia anggap benar. Tapi tidak pernah dia bicara, jenderal diam dalam sepi,” ujarnya.

Mendapati keadaan seperti itu, Prabowo memilih menghindar dan menyibukkan diri menjadi pengusaha. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa ia bisa meneruskan perjalanan dan dia tidak mau patah dan menjual diri pada orang. Sementara yang lain berpesta pora memperkaya diri entah dari mana.

“Dulu, Jenderal Prabowo difitnah, sekarang mau difitnah lagi. Bahkan dengan tujuan yang lebih kejam. Segala peluru kotor akan mereka pakai. Mereka takut jenderal ksatria ini berkuasa karena beliau terlalu tahu siapa mereka. Padahal santai aja, ksatria tidak akan balas dendam,” ungkap Fahri.

Namun, meski sedang menjadi target fitnah, Fahri yakin agenda penyingkiran Prabowo kali ini akan gagal.

Menurutnya, Prabowo akan menjadi presiden terpilih dan akan dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang kedelepan. “Dari dulu dia dipanggil 08. Insya Allah ini akan jadi kenyataan. Dia akan memimpin dengan adil dan bijaksana, dia akan menjaga persatuan dan rekonsiliasi,” kata Fahri.

Di akhir cerita, Fahri meminta kepada para jenderal lain untuk kembali ke jalan yang benar, dengan bersama mendukung Prabowo untuk bersatu membangun negeri, menjaga NKRI, menjaga ideologi negara Pancasila dan UUD 1945.

“Mari bersatu kembali, mari akhiri cerita fiksi tentang Prabowo. Jangan dustai sejarah kita, bangsa ini terlalu mengenal Prabowo, para jenderal terlalu mengenal dia, bagaimana mau bikin cerita fiksi? Bagaimana bikin fiksi soal cucu pendiri bangsa dan pejuang NKRI?” demikian Fahri. (rml)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...