Jelang Pemilu 2019, Polri Ajak Pegiat Medsos Lawan Hoax

Seminar Nasional bertemakan: Melawan Hoax Untuk Menciptakan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di media sosial (Desyinta Nuraini/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ancaman hoax dan penyebaran konten negatif di media sosial dianggap sudah membahayakan. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun menyebut produksi konten tersebut meningkat jelang Pemilu 2019.

Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Budi Setiawan menjelaskan, berdasarkan data Bagian Pemantauan dan Analisa Biro Multimedia Divisi Humas Polri, sepanjang tahun 2018 ditemukan 30.056 konten negatif di media sosial.

“Terdiri dari 602 konten hoax, 20.945 provokasi, 1.120 SARA, 6.886 hate speech, 491 radikalisme, dan 12 konten terorisme. Fakta tersebut tentu harus menjadi perhatian serius,” tegas dia dalam Seminar Nasional bertemakan: Melawan Hoax Untuk Menciptakan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di media sosial di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/3).

Padahal di era digital media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam membantu menciptakan terselenggaranya Pemilu yang sejuk, aman dan damai. Menurut data APJII tahun 2017 terdapat 143 juta penduduk Indonesia yang mengakses internet dan memanfaatkan jejaring media sosial untuk berkomunikasi.

“Artinya ada 54 persen lebih masyarakat yang menggunakan media sosial setiap harinya,” sebut dia.

Dalam perjalanannya di media sosial bersliweran aneka informasi, termasuk informasi hoax, ujaran kebencian bahkan SARA. Meski Polri sudah sering melakukan penegakan hukum terhadap pelaku yang melakukan hoax, namun sepenuhnya belum bisa meredam peredaran hoax.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...