Waspada, Kutil Kelamin Bisa Sebabkan Kanker

Jumat, 29 Maret 2019 - 10:28 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyakit kutil kelamin. Data WHO 2012 menunjukkan, tingkat kejadian penyakit ini cukup tinggi, yaitu satu kasus baru kutil kelamin didiagnosa setiap detiknya dan sekitar 89.192 kasus baru kutil kelamin didiagnosa di dunia setiap harinya.

Deteksi dini, diagnosis yang tepat, kepatuhan berobat serta berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman merupakan faktor keberhasilan pengobatan penyakit ini.

Kutil kelamin atau genital warts merupakan penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6, 11, 30, 42, 43, 44, 45, 51, 52 dan 54 dan merupakan ko-faktor kanker yang akan berdampak serius terhadap kesehatan seseorang. Kurangnya informasi mengenai penyakit ini merupakan salah satu kendala bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sebagian besar masyarakat masih enggan atau malu berobat bahkan tidak tahu harus kemana berkonsultasi. HPV adalah virus penyebab IMS yang paling umum. Menurut data Amerika July 2017, sebanyak 79 juta penduduk, kebanyakan berusia akhir belasan dan awal 20-an, telah terinfeksi HPV.

“Sebagian kecil infeksi dengan tipe HPV tertentu dapat bertahan dan berkembang menjadi kutil kelamin dan kanker serviks. Jenis HPV yang tidak menyebabkan kanker, terutama tipe 6 dan 11, merupakan jenis yang sering menyebabkan kutil kelamin,” jelas dr. Dian Pratiwi, SpKK, FINSDV, FAADV, dokter Klinik Pramudia pada temu media di Jakarta, Kamis (28/3).

Dijelaskan dr. Diana, faktor risiko HPV yang persisten dan progresi ke arah kanker serviks antara lain dari dilihat dari jenis onkogenisitas HPV nya, tingkat kekebalan/imunitas misalnya pasien HIV, lebih mungkin untuk terinfeksi HPV yang persisten dan berkembang lebih cepat menjadi pra-kanker dan kanker.

Koinfeksi dengan mikroba penyebab IMS lainnya, seperti virus pada herpes simpleks, bakteri penyebab klamidia dan bakteri pada gonore, gaya hidup merokok, dan pada wanita dapat dilihat dari jumlah bayi yang telah dilahirkan dan usia muda pada kelahiran pertama.

“Sebagai penyakit menular, sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala atau tanda khusus. Siapapun yang aktif secara seksual berisiko tertular HPV, bahkan jika berhubungan seks hanya dengan satu orang,” jelas dr. Diana.

Dikatakan pula, HPV yang menimbulkan gejala akan muncul beberapa tahun sejak berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi. Seseorang bisa tertular HPV melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang sudah terinfeksi virus. Penyebaran paling umum adalah melalui hubungan seks vaginal atau anal. Ini membuat kita sulit untuk mengetahui kapan seseorang pertama kali terinfeksi.

“Untuk itu, untuk mencegah agar penyebaran tidak terjadi, pasien yang terinfeksi wajib menggunakan kondom dan diwajibkan untuk melakukan hubungan seksual secara monogami atau dengan satu pasangan saja. Selain itu, suntik vaksin juga dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penularan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.