Menilik Pesona The Kaldera Nomadic Escape

0 Komentar

The Kaldera Nomadic Escape di kawasan danau Toba. (Dok. BPODT)

FAJAR.CO.ID, TOBA SAMOSIR – Danau Toba akan semakin memesona dengan hadirnya The Kaldera Nomadic Escape di Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut). Lokasi itu akan menjadi destinasi wisata baru yang menawarkan nuansa alam.

Hingga kini pembangunan The Kaldera Nomadic Escape terus dikebut. Rencananya, destinasi berkonsep Nomadic Tourism itu dilaunching Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 4 April 2019.

The Kaldera Nomadic Escape berdiri di atas lahan otorita seluas 386,72 hektare. Kini proses penyerahan sertifikat hak pengelolaan (HPL) Tahap I baru seluas 279 hektare. Luas The Kaldera Nomadic Escape sendiri mencapai 2 hektare. Pembangunan fisiknya memakan biaya hingga Rp 5 miliar.

Konsep The Kaldera Nomadic Escape begitu menjaga alam. Bahkan sejak pembangunan pada awal 2019, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) meminimalisasi penebangan pohon untuk mempertahankan kondisi hutan.

The Kaldera Nomadic Escape sangat mudah diakses. Jarak tempuh dari Kota Parapat hanya 20 menit. The Kaldera juga berjarak 2 jam dari Bandara Silangit, dan 10 Menit dari Bandara Sibisa.

Pemandangan The Kaldera Nomadic Escape cukup memesona. Danau Toba begitu indah jika dilihat dari sana. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat keindahan Desa Wisata Sigapiton.

“Kami menarget wisatawan milenial, nomad dan keluarga. Kami juga menarget wisatawan mancanegara untuk hadir ke sini,” ungkap Ketua Tim Percepatan Nomadic Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Waizly Darwin, Sabtu (30/3).

The Kaldera Nomadic Escape akan menyediakan amenitas berupa 15 Tenda Belt, 2 Cabin, 2 Tenda Bubble, 1 Ecopod, dan area parkir untuk Camper Van. “Destinasi ini sangat lengkap. Fasilitas lain di The Kaldera adalah Kaldera Ampiteathre dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, Kaldera Hill, juga toilet,” paparya.

BPODT di bawah arahan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Pariwisata, mengawali pembangunan Sibisa Integrated Resort. Kawasan itu akan terintegrasi dengan Toba Caldera Reserve, Sibisa Airport, dan Desa Wisata Sigapiton untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Untuk launching The Kaldera Nomadic Escape, BPODT sudah menyiapkan 10 buah Bell Tents dan 2 unit Cabin untuk tamu yang akan menginap. Menteri Pariwisata Arief Yahya dijadwalkan membuka destinasi digital I.

“Saat ini, kami bersama tim lapangan sedang proses finishing yang ditargetkan selesai akhir Maret. Kemudian dilanjutkan dengan test commissioning, penyiapan logistik untuk event launching, finalisasi lansekap, lighting ambience, serta artwork,” tutur Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo.

Site Plan Nomadic Tourism ini didesain memiliki area-area camping ground yang nantinya bisa dinikmati wisatawan. Seperti Nomadic Bubble Tent, Nomadic Cabin, Nomadic Caravan Park, dan Nomadic Bell Tent. Sekaligus memiliki fasilitas Helipad yang bisa digunakan sebagai akses khusus tamu VIP.

Pada acara launching, panitia juga sudah menyiapkan berbagai atraksi. Ada Toba Coffee Show yang menampilkan Lisa & Leo Organic Coffee, salah satu Q Processor tingkat dunia. Dalam 10 tahun belakangan, Lisa & Leo Organic Coffee telah ekspor kopi berkualitas dari Simalungun ke coffee shop beken di Amerika, Eropa dan Australia. Termasuk Blue Bottle Coffee. Toba Gastronomy Show juga akan menghadirkan fine dining ala hotel bintang lima dengan view spektakuler lembah Sigapiton dan Danau Toba.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...