Menpar Minta Bandara Selayar Jadi Bandara Internasional

0 Komentar

MAKASSAR — Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengakui potensi besar sektor pariwisata yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Selayar. Menpar pun meminta ada pembenahan lebih agar kabupaten kepulauan di Sulawesi Selatan ini menuju destinasi wisata kelas dunia.Hal ini disampaikan Menpar Arief Yahya ketika menghadiri kick-off perencanaan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata pada Selasa (26/3/2018) di Pendopo Bupati Kepulauan Selayar. Pada kesempatan tersebut, Menpar didampingi Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali; perwakilan Gubernur SulawesiSelatan, Asisten Ekonomi Pembangunan, Muhammad Firda; serta rombongan pejabatKementerian Pariwisata. Sejumlah investor juga diundang dalam acara yangberagendakan paparan usulan KEK Pariwisata Selayar dan penyerahan dokumenkelengkapan.KEK Pariwisata Selayar diusulkan oleh PT Selayar Kepulauan Lestari. Lokasi KEK di Kabupaten Kepulauan Selayar seluas 529 Ha yang terbagi di beberapa pulau.Diketahui, Selayar memiliki Taman Nasional Takabonerate yang sudah masuk UNESCO Biosphere Reserve. Selayar juga bisa dijadikan hub untuk yachts dan cruise, karena sejak dulu Selayar menjadi jalur pelayaran dan tempat singgah para pelaut. Selayar juga memiliki spesies flora dan fauna unik.Menpar berharap, potensi besar pariwisata Selayar dapat dimaksimalkan untuk dapat mensejahterakan masyarakat.Lebih lanjut, Menpar menjelaskan bagaimana cara menjadikan Kepulauan Selayar sebagai destinasi kelas dunia.”Untuk aksesibilitas, Selayar perlu memiliki bandara Internasional, karena ini syarat menjadi destinasi kelas dunia. Sea plane juga harus dioperasikan di Selayar. Positioning Selayar untuk high end market, sehingga mereka akan mampu membayar Sea Plane,” tutur Menpar menjelaskan.Menpar juga mendorong para investor untuk ikut berinvestasi membangun Marina, agar Selayar menjadi salah satu titik berlabuh kapal-kapal pesiar yang tersohor dan kerap berkeliling Indonesia.”Untuk amenitas, cara tercepat membangun destinasi kelas dunia adalah melalui KEK, karena perizinan dipermudah melalui PTSP, mendapatkan insentif fiskal, dan akan menjadi prioritas Pemerintah Pusat dengan dibangunnya utilitas dasar, dan sarana prasarana lain,” demikian Menpar.Ide Menpar disambut positif pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan Indonesia (Aspeksindo), Rapsel Ali.“Hasil rekomendasi Aspeksindo terkait pariwisata bahwa bandara yang punya potensi besar akan dikelola langsung oleh Angkasa Pura,” jelas pria yang juga politisi asal partai Nasdem tersebut. (***)(***)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...