Hipertensi yang Tak Terkontrol Pemicu Terbesar Gagal Jantung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dr. Dony Yugo Hermanto, SpJP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dan konsultan menjelaskan gagal jantung merupakan masalah bukan hanya di Indonesia namun dunia. Hal ini sudah merupakan pandemi global yang diderita kurang lebih 26 juta penduduk dunia.

“Selain penyakit jantung koroner, gagal jantung juga disebabkan oleh hipertensi yang tidak terkontrol,” kata dr. Dony di Jakarta, Selasa (2/4).

Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34.1 persen, dimana 45.6 persen pasien hipertensi tidak minum obat secara rutin. Kondisi hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu Iama akan mengakibatkan jantung menjadi terlalu kaku atau terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

“Tingkat kematian kasus gagal jantung pada kasus yang dirawat di RS juga cukup tinggi sebesar 12 persen,” ujarnya.

Dr. Dony mengungkapkan deteksi dini akan adanya gejala gagal jantungharus dilakukan secara dini terutama pada pasienpasien yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, atau riwayat penyakit jantung rematik saat kecil.

“Pemeriksaan sederhana seperti echocardiografi (USG jantung) dapat melihat fungsi pompa jantung pada pasien-pasien yang berisiko tinggi,” kata dr. Dony.

Lebih lanjut ia mengatakan, prinsip utama pengobatan gagal jantung adalah manajemen seumur hidup (Lifelong management). Terapi utama adalah menggunakan obat-obatan gagal jantung. Mencari dan melakukan tatalaksana terhadap penyebab gagal jantung juga penting untuk dilakukan tanpa lupa untuk mempertahankan gaya hidup yang baik.

“Bila pada kasus tertentu dimana gagal jantung tidak dapat diatasi dengan terapi obat, maka terdapat pilihan lain seperti pemasangan alak elektronik kardiak implan. Alat ini dapat membantu dalam hal sinkronisasi kontraksi jantung agar lebih efektif,” jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...