Inovasi Alat Pacu Jantung Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung

Selasa, 2 April 2019 - 18:03 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Multipoint Pacing Cardiac Resynchronization Therapy Pacemaker (CRT), suatu inovasi pada ilmu kedokteran khususnya bidang jantung dan pembuluh darah. Alat pacu jantung ini membawa kabar gembira dan menjadi harapan baru bagi pasien gagal jantung.

CRT merupakan salah satu terapi gagal jantung kongestif (CHF) yang disebabkan oleh melemahnya otot jantung (kardiomiopati). Dengan teknologi ini, diharapkan kualitas hidup pasien CHF dengan gejala sesak napas, pembengkakan kaki dan kelelahan, intoleransi olahraga, nafsu makan berkurang dan depresi, dapat ditingkatkan.

Mengenai teknologi CRT, dr. Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP(K), menjelaskan pada prinsipnya, tatalasana gagal jantung dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup (improve Quality of life) dan perpanjangan usia hidup (improve survival).

“Tatalaksana gagal jantung dilakukan dengan pengobatan, namun pada kasus-kasus tertentu hanya dengan pengobatan saja tidak dapat memberikan perbaikan harapan hidup pasien,” kata dr. Sunu di Jakarta, Selasa (2/4).

Ketika obat tidak dapat memberikan prinsip tersebut maka dilakukan tatalaksana lain yaitu CRT. la melanjutkan Cardiac Resynchronization Therapy (CRT), yaitu alat berukuran kecil yang dipasang untuk mengembalikan gerak dinding-dinding jantung agar lebih sinkron.

“CRT merupakan alat yang direkomendasikan pada gagal jantung lanjut (advanced heart failure) simtomatik, yang sudah mendapatkan terapi farmakologis gagal jantung secara optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Sunu mengungkapkan inovasi terbaru dari CRT saat ini yaitu Teknologi MultiPoint Pacing merupakan futur defibrilator yang terdapat pada Quadra Assura MP Cardiac Resynchronization Therapy Defibrillator (CRT-D) dan Quadra Allure MP CRT-pacemaker (CRT-P).

“Teknologi MultiPoint Pacing dirancang untuk mengirimkan beberapa electrical pulses pada left ventricular (LV) dengan menggunakan 4 elektroda pacing dan 10 vektor pacing yang dapat membantu menghasilkan denyut jantung yang normal,” tambahnya.

Kelebihan CRT dengan Teknologi MultiPoint Pacing ini dapat memberikan manfaat potensial bagi pasien yang tidak merespon terapi tradisional bi-ventricular (Biv) dan dapat memberikan manfaat tambahan bagi pasien yang merespons terapi tradisional Biv.

Keamanan dan keberhasilan Multipoint Pacing telah disetujui oleh FDA dengan tingkat keamanan mencapai 93.2 persen bebas dari komplikasi terkait sistem dan terbukti tidak kalah dengan quadripolar BiV sehubungan dengan tingkat non-responden.

Menurut data dari International Clinical Experience, Multipoint Pacing dapat meningkatkan fungsi jantung hemodinamik dan membalikkan remodeling. “Beberapa penelitian telah menunjukkan peningkatan respon pasien terhadap CRT dengan MultiPoint Pacing dibandingkan dengan satu pacing,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.