Komisi IX DPR RI dan BPOM Ingatkan Warga Waspada Jamu Kimia

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mengonsumsi jamu, masyarakat meyakini memiliki banyak manfaat, di antaranya untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, siapa yang mengetahui, jika saat ini jamu banyak dicampur dengan bahan kimia berbahaya, yang justru berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh.

Olehnya itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Sulawesi Selatan, untuk memberikan edukasi kepada warga tentang tata cara memilih jamu, obat dan makanan kemasan yang baik untuk dikonsumsi.

Kegiatan ini dikemas dalam Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), yang diikuti oleh ratusan warga kota Makassar, di Aula Rumah Sakit (RS) Tajuddin Chalid, Daya, Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Aliyah mengingatkan kepada seluruh warga untuk berhati-hati terhadap jamu yang dijual bebas di pasaran.

“Kita harus hati-hati terhadap jamu yang terjual bebas di pasaran. Saya ingatkan buat kita semua yang ada di ruangan ini, untuk mengecek izin edar dan label BPOM di kemasannya,” ujar Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Makassar ini.

Aliyah menambahkan, bahwa jamu yang dicampur dengan bahan kimia, akan berdampak fatal terhadap tubuh kita.

“Bahaya sekali dampak jamu terhadap kesehatan yang tercampur dengan bahan kimia. Jadi saya ingatkan sekali lagi, kita harus hati-hati mengonsumsi jamu, periksa baik-baik apakah ada izin edarnya atau tidak,” tuturnya.

Selain jamu, isteri Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ini juga mengingatkan kepada warga untuk menghindari bahan baku makanan ataupun jajanan yang dijual di pasaran khususnya di kantin-kantin sekolah.

“Banyak juga makanan, atau jajanan yang dijual itu dicampur dengan bahan pewarna yang tidak semestinya, seperti pewarna tekstil atau pewarna pakaian karena warnanya yang mencolok, dan sangat menarik perhatian, ini paling banyak digunakan pada jajanan di sekolah-sekolah karena memang sasarannya anak-anak yang sangat tertarik dengan jajanan dengan warna yang mencolok,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BBPOM Sulsel, Erni Arnida, yang hadir sebagai pemateri mengimbau agar warga mengingatkan kepada anak meraka yang masih duduk di bangku sekolah untuk tidak membeli jajanan di luar kantin sekolah.

“Kami sarankan jangan beli jajanan di luar kantin sekolah, karena kami tidak bisa jamin keamanannya dan itu susah kami kontrol. Tapi kalau di dalam kantin sekolah, Insya Allah kami pastikan keamanannya karena kami juga punya program untuk memberikan edukasi kepada seluruh kantin sekolah untuk menyiapkan jajanan yang aman dikonsumsi,” kata Erni Arnida. (bay)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...