People Power ala Amien Rais, Fahri Hamzah: Kritik Keras Pada Penyelengara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah membela pernyataan people power yang disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Menurutnya, pernyataan tokoh reformasi itu sebatas kritik keras terhadap penyelenggara pemilu.

“Kalau saya melihat Pak Amien enggak keluar dari komitmen itu, hanya dia mengingatkan secara keras, sebagai bagian dari timses, bahwa gejala kecurangan ini kalau tidak diatasi bisa jadi masalah,” ucap Fahri di komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/4).

Oleh sebab itu, Fahri meminta penyelenggara pemilu harus bisa membuktikan terkait dugaan-dugaan kecurangan selama proses pemilu. Supaya tidak ada sengketa berkepanjangan karena hasil pemilu dianggap tidak adil.

“Sebab people power itu kan tidak saja karena dikomando, tapi kekecewaan itu bisa masif karena melihat ada kecurangan. Maka tugas pemerintah sebagai penyelenggara pemilu, puaskan orang dengan memberikan jawaban. Jangan diam-diam aja,” jelasnya.

Sebagai contoh, Fahri sempat menyinggung adanya temuan 17,5 juta DPT bermasalah yang sempat diangkat kubu Prabowo-Sandi. Seharusnya ketika isu ini muncul, KPU segera memberi jawaban pasti kepada publik. Sehingga kredibilitas penyelenggara pemilu bisa tetap dipercaya oleh rakyat.

“Yang paling utama menurut saya adalah soal status 17,5 juta sampai 20 juta, kertas suara yang dicetak berlebihan gara-gara ada data infailed yang diakui sebagai data failed plus 2,5 persen yang menurut Undang-udang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mengatakan, pihaknya akan menyiapkan aksi massa besar jika sampai muncul kecurangan dalam pilpres 2019. Mantan Ketua MPR itu bahkan sudah enggan melapor pada Mahkamah Konstitusi (MK) karena lebih memilih people power.

“Kalau nanti terjadi kecurangan, kita enggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Enggak ada gunannya, tapi kita pilih people power, karena itu sah,” kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3). (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment