Cegah Politik Uang, Ini yang Dilakukan Bawaslu


FAJAR.CO.ID,JAKARTA –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak ingin masa tenang kampanye pemilu 14-16 April 2019 diwarnai kecurangan, seperti politik uang. Karena itu, lembaga yang betindak sebagai ‘wasit’ pemilu itu akan menggela patroli pengawasan di masa tenang kampanye.“Salah satu tujuan utama patroli yakni mencegah terjadi politik uang atau serangan fajar,” ujar Mochammad Afifuddin, Rabu (3/4).Afif menjelaskan, selain untuk melakukan pengawasan politik uang. Bawaslu juga bakal memberikan imbauan ke masyarakat untuk tidak menerima segala macam politik uang dari peserta pemilu 2019.“‎Menjadi kewenangan kami agar tidak mau menerima dan memberi atas dasar menyuruh orang memilih. Karena dampaknya pidana dan kualitas proses pemilu kita bisa hancur,” katanya.Menurut Afif dipilihnya patroli politik di masa tenang, karena ‎selama ini dirinya mendapatkan informasi politik uang sangat tinggi di saat beberapa hari menjelang pencoblosan.“Karena politik uang biasanya dipetakan mempunyai titik rawan tinggi di saat masa tenang,” ungkapnya.‎Kasus penangkapan caleg dari Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso oleh KPK, dengan uang sebesar Rp 8 miliar untuk serangan fajar politik uang, menjadikan Bawaslu mencegah adanya potensi kerawanan politik uang.“Jadi OTT KPK ini mengingatkan kepada semuanya adanya potensi kerawanan politik uang. Sehingga kami akan melakukan patroli pengawasan,” pungkasnya. (jpc) 

KONTEN BERSPONSOR

Komentar