Diduga Struktur Bangunan Candi Ditemukan di Cangkringan Sleman

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,DIJ–Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) kembali menerima laporan temuan batu yang diduga struktur candi di Dusun Kesanga, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIJ.

Meski di lokasi itu cukup signifikan temuannya sejak 1980, namun belum dipastikan akan dilakukan pemugaran. “Yang ditemukan itu pelataran candi. Karena sudah terbuka (temuannya), besok Kamis (4/4) kami akan ke sana untuk memastikan apakah akan diekskavasi atau tidak,” kata Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan, dan Pemanfaatan BPCB DIJ, Muhammad Taufik kepada JawaPos.com, Rabu (3/4).

Dari informasi yang didapatkannya, temuan yang diduga struktur pelataran candi itu ditemukan saat warga sedang menggali tanah untuk membuat kolam. Letak titik koordinat temuan tersebut, sebelumnya memang sudah banyak ditemukan ada batu candi sejak 1980an silam.

Dijelaskan Taufik, di lokasi itu memang sudah diinventaris ada sebuah candi atau situs cagar budaya yang terpendam. Karena di sana, sebelumnya telah ditemukan adanya Lingga, dan Yoni. Selain itu, di sebelah Baratnya, sekitar 200 meter di Dusun Salam terdapat 2 Jaladwara yang berhasil diamankan dari pekarangan salah seorang warga.

“Temuan di sana itu signifikan. Ada Lingga, Yoni sudah ditemukan. Itu sudah mendekati di situ ada candi. Tapi kami belum tahu seberapa besar dan hadapnya ke mana candinya. Candi digunakan untuk apa juga belum tahu. Kemungkinan pertirtaan (pemandian) karena di sebelahnya ada mata air,” ujarnya.

Meski temuan signifikan dan bisa diekskavasi, namun pihaknya belum menentukan akan dipugar. Karena, pemugaran sebuah situs harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya, temuan harus 70 persen mewakili semua bagian candi.

Sedangkan dari dokumentasi yang telah dilakukan di titik koordinat temuan itu, candi bagian badan ke atas sudah tidak ada lagi. Hanya tersisa di bagian badan ke bawah (pelataran).

“Mungkin tidak dipugar, karena minimal 70 persen batu yang ditemukan mewakili seluruh bagian candi. Di sana baru beberapa biji batu. Badan ke atas nggak tahu ke mana, entah sudah dipakai untuk membuat rumah atau terbawa arus sungai,” ucapnya.

Ia meminta kepada warga atau pihak lain, supaya tak melakukan penggalian untuk mencari struktur bangunan candi di tempat itu. Selain supaya aman, juga sudah ada Undang-Undang yang mengaturnya. Jika ada yang melanggar bisa dikenakan pidana dan denda.

“Kemarin kan sudah saya jelaskan ke masyarakat supaya jangan digali, ditimbun saja. Undang-Undang juga sudah ada. Tapi kemarin kan karena (menggali) karena membuat kolam,” ucapnya. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment