Ditunjuk Jubir Pasukan PBB, Begini Cerita Don da Costa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Kepolisian Republik Indonesia (Polri) beberapa waktu lalu mengirim 381 anggotanya sebagai penjaga perdamaian (peacekeeper) di lima misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun siapa sangka, salah satu dari ratusan personel itu, terpilih sebagai juru bicara pasukan.

Adalah Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Don da Costa yang saat ini ditunjuk menjadi Kepala Humas Kepolisian PBB di Republik Sudan Selatan (United Nations Mission in South Sudan/UNMISS). Ternyata ini bukan kali pertama dia ditugaskan PBB sebagai jubir pasukan.

Kepada JawaPos.com Da Costa bercerita, awal mula terlibat dalam bidang kehumasan PBB yakni pada Maret 2008. Dia ikut ujian untuk menjadi staf Humas UN Police di misi Sudan. Dia pun lulus dan malah ditugaskan sebagai Kepala Humas pada September 2008 hingga 2010.

Kelihaian dalam menyampaikan informasi membuatnya kembali dipanggil PBB. “New York memanggil saya untuk menjabat sebagai Kepala Humas di Sudan Selatan setelah negara itu berdiri pada 2011,” beber Da Costa melalui pesan singkat.

Hal yang sama terjadi. PBB memanggilnya melalui Kapolri dan Menteri Luar Negeri untuk jabatan yang sama hingga Oktober 2013.

Seakan tertarik dengan sosok Da Costa, pada 2014 PBB kembali memintanya bertugas hingga 2015. Panggilan itu berulang setiap tahunnya hingga Da Costa kembali dikirim Polri untuk menjadi pasukan perdamaian.

“Tepat setahun kemudian saya dipanggil lagi ke Juba untukk posisi yang sama, Kepala Humas Kepolisian PBB di Sudan Selatan, UNMISS sekarang,” jelas dia.

Da Costa mengaku, untuk menjadi kepala Humas PBB perlu persyaratan khusus. Pertama, dia haruslah perwira yang berpengalaman, terutama di bidang kehumasan.

Diketahui, saat ini Dapat Costa menjabat Kasubbag Luar Negeri, Biro Penmas Divisi Humas Polri. Dia pernah sekolah bidang kehumasan di New Zealand dan Korea Selatan pada 2018.

Syarat kedua, kepala Humas harus pernah bertugas di daerah misi PBB dengann daftar penilaian kinerja di atas rata-rata. Lalu, harus cakap dalam berbahasa Inggris baik mengedit artikel dan menulis berita.

“Harus bisa fotografi dan editing, harus bisa desain grafis, memahami prokoler dan Hubungan Tata Cara Kerja Kepolisian PBB dengan berbagai departemen di UNMISS,” beber Da Costa.

Polisi yang lama bertugas di Papua itu mengaku senang dengan tugasnya itu. Selain memimpin pekerjaan staf Humas di Markas Besar Misi UNMISS di Juba, Sudan Selatan, dia juga harus memberikan petunjuk arahan serta asistensi untuk bidang humas di 10 Polda di Sudan Selatan.

“Nyaman. Kerja di PBB semuanya sudah ada SOP. Apalagi sebagai humasnya, bicara jujur, mempromosikan capaian-capaian UNPOL dan bekerjasama dengan semua unsur di daerah misi,” tutur lulusan Victoria University itu. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...