Mantan Sekjen Hankam: Tantangan Hankam Mendatang Bukan Perang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Makin berkembangnya teknologi dan tantangan geopolitik Indonesia di tengah arus globalisasi membuat sistem pertahanan dan keamanan (hankam) yang harus diterapkan negeri ini tak mesti berdasarkan pada pendekatan tehnis semata, yakni membangun kekuatan perang sebesar mungkin.

Diperlukan pendekatan yang lebih canggih, up to date, dan lebih terintegrasi karena tantangan hankam di masa mendatang bukan lagi perang terbuka secara konvensional. Namun, bagaimana Indonesia bisa menghadapi beragam infiltrasi yang mengancam kedaulatan negara, baik itu illegal fishing, narkoba, dan juga terorisme.

Hal itu diungkapkan mantan Sekjen Kementerian Hankam, Eris Herryanto, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (3/4/2019) untuk diminta pandangannya terkait isi debat IV Pilpres 2019 antara kedua capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam membahas masalah hankam.

“Saya sependapat dengan capres Jokowi, bahwa ancaman kedepan bukan masalah perang. Ancaman memang berbagai macam, namun perang terbuka dalam 20 tahun kedepan tidak akan ada. Negara-negara lain akan berpikir panjang jika ingin perang terbuka,” ujar purnawirawan jenderal bintang tiga ini.

Menurutnya, ancaman berupa infiltrasi kedaulatan negara, baik itu illegal fishing, narkoba, atau teroris merupakan ancaman yang nyata dan harus dihadapi. Peran TNI dalam menghadapi ancaman itu adalah membantu untuk melawan. “Jadi sudah benar memasang radar, sehingga kita bisa meihat orang yang masuk deteksi, di identifikasi dan ditindak, di laut atau udara, itu harus dlakukan. Hal ini sudah sering dan TNI kita sudah bisa mengatasi,” ungkapnya

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...