Penyakit Jantung Dominasi Penyakit Tidak Menular di Jateng

Rabu, 3 April 2019 - 15:42 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebut jumlah penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayahnya terus meningkat kian tahunnya. Penyakit jantung muncul sebagai yang paling mendominasi.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, sejak tahun lalu memang ada tren peningkatan jumlah penderita PTM. Salah satu faktor penyebabnya, adalah terdapatkecenderungan masyarakat tidak takut akan PTM.

“Kecenderungan ini terlihat dari masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatan secara rutin, yakni per enam bulan. Di samping itu, juga dari kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi makanan cepat saji serta kurang berolahraga,” katanya, Rabu (3/4).

Dijelaskan Yulianto, pada tahun 2018 ini penyakit jantung muncul sebagai PTM yang mendominasi. Yakni dengan persentase sebesar 43 persen dan hipertensi 18,7 persen. Tren ini bergeser dari tahun 2017 lalu, di mana tiga PTM teratas adalah hipertensi, sebanyak 56 persen, diabetes melitus 22 persen dan asma 7 persen.

“Pemerintah melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menekan bertambahnya jumlah penderita PTM di Jawa tengah. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu),” imbuhnya.

Yulianto membeberkan, sampai sekarang ada 5.488 posbindu yang tersebar se-Jateng. Dinas Kesehatan provinsi meminta jajaran kabupaten/kota aktif memberdayakan posbindu untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan.

“Kabupaten terbanyak yang punya posbindu adalah Kabupaten Purworejo ada 502 posbindu dan paling sedikit adalah Kota Magelang karena memang daerahnya kecil,” kata Yulianto merinci.

Dengan adanya posbindu yang menyebar ini, diharapkan ada deteksi dini terhadap penderita PTM. Jika penyakit dapat dideteksi lebih cepat, maka pengobatan secara efektif dapat dilakukan. Hal ini mengingat PTM bisa berakibat fatal, bahkan hingga kematian.

“Persentase puskesmas yang melakukan deteksi dini penyakit tidak menular paling tinggi adalah Kabupaten Kebumen, Wonosobo, Sukoharjo dan Karanganyar. Kemudian ada Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Surakarta dan Kota Tegal,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.