Suka Beras Sragen, Jokowi Siap Bayar 100 Truk dari Petani

0 Komentar

SILATURAHMI: Presiden Jokowi memberikan sambutan pada kegiatan silaturahmi Gapoktan dan Perpadi se-Jateng di GOR Diponegoro, Sragen, Jateng, Rabu (3/4) (Ari Purnomo/JPC)

FAJAR.CO.ID, SRAGEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa menutupi kecintaannya terhadap hasil pertanian dari Sragen, terutama beras. Di hadapan ribuan petani dan pengusaha penggilingan padi se-Jateng yang hadir dalam Silaturahmi Gapoktan dan Perpadi, mantan Wali Kota Solo itu bahkan siap membayar 100 truk beras asal asli dari Sragen.

“Tadi Bu Bupati Sragen (Kusdinar Untung Yuni Sukowati) katanya akan memberikan suvenir beras tapi tidak jadi, kalau hanya satu kilo mending tidak usah. Kalau 100 truk dikirimkan ke istana, saya bayar,” terang Jokowi di GOR Diponegoro, Sragen, Jateng, Rabu (3/4).

Jokowi melanjutkan, asal beras yang dikirimkan ke istana tersebut benar-benar beras hasil pertanian dari Sragen. Jokowi tidak memungkiri kualitas produk pertanian dari Sragen. Bahkan dirinya juga sempat mencicipi beras Sragen saat melakukan kunjungan ke Sragen beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, Jokowi menilai kualitas produk pertanian justru semakin menurun. Hal ini salah satunya karena peralatan yang digunakan oleh para petani maupun di penggilingan padi masih sangat sederhana. Salah satunya adalah dalam hal pengeringannya.

“Pengeringan padi masih dilakukan dengan menjemurnya di jalan-jalan, sejak dulu masih seperti itu. Maka harus ada perubahan yakni dengan alat pengering atau dryer,” ucapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan, bahwa untuk setiap penggilingan padi seharusnya mempunyai dryer. Pengering modern itu tidak hanya untuk padi saja, tetapi juga bisa untuk pengeringan jagung. Dengan adanya dryer, Jokowi meyakini kualitas produk pertanian di Sragen akan meningkat.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment