20 Tahun Berkuasa, Presiden Aljazair Mengundurkan Diri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID— Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika akhirnya mengundurkan diri. Mengakhiri kekuasaannya selama dua dekade.

Dilansir dari The Guardian pada Rabu (3/4), pemimpin berusia 82 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa malam (2/4) melalui pesan singkat.

Warga Aljazair menyambut pengunduran diri Sang Presiden dengan penuh suka cita. Mereka mengibarkan bendera merayakan kemenangan di jalan-jalan Ibu Kota Aljir.

“Ini terasa baru. Secara pribadi, saya akan mengalami dan menyaksikan presiden baru untuk pertama kalinya,” kata Nourhane Atmani, seorang siswa berusia 20 tahun dari Aljir, yang secara teraturikut protes menyerukan kudeta terhadap Bouteflika.

“Saya senang sekaligus takut. Namun hal yang paling penting, saya bertekat. Ini hanya langkah pertama. Kami akan terus berjalan sampai kami memiliki pemilihan umum yang adil dan transparan dan pemerintahan baru,” ujar Atmani.

Pemerintahan Bouteflika selama 20 tahun telah menjadi simbol rezim di Timur Tengah dan Afrika Utara. Pengunduran diri Bouteflika merupakan kemenangan baru bagi unjuk rasa terus-menerus yang dilakukan rakyat Aljazair.

Demokrasi di Aljazair diharapkan menjadi hal baru sejak mendapatkan kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1962.

Bouteflika menderita stroke pada tahun 2013 dan jarang terlihat di depan umum sejak itu. Saudaranya Saïd secara luas diyakini telah menjalankan negara dari balik layar, dibantu oleh komplotan simpatisan yang dikenal sebagai Le Pouvoir.

Demonstran dengan damai turun ke jalan setiap hari Jumat sejak 22 Februari, jumlahnya kadang-kadang mencapai ratusan ribu. Hanya dalam waktu kurang dari enam minggu, mereka memaksa Bouteflika untuk mundur.

Tekanan telah meningkat, bahkan dari dalam rezimnya sendiri, setelah Kepala Militer Aljazair, Ahmed Gaïd Salah, menyerukan pengunduran diri Bouteflika sesegera mungkin pada hari Selasa sebelumnya.

“Tidak ada lagi ruang untuk membuang waktu. Kami memutuskan dengan jelas untuk berdiri bersama orang-orang sehingga semua tuntutan mereka terpenuhi,” kata Salah.

Tokoh-tokoh kuat lain termasuk mantan Perdana Menteri Ahmed Ouyahia, juga bergabung dalam seruan agar Bouteflika mengundurkan diri. Begitu Bouteflika mundur, kepresidenan sementara diambil alih oleh Ketua Majelis Tinggi Parlemen, Abdelkader Bensalah selama 90 hari sampai pemilihan umum diadakan. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...