Mantan Perdana Menteri Malaysia Bisa Dikenai 100 Tahun Penjara

Kamis, 4 April 2019 - 17:20 WIB
Pihak berwenang menuduh Najib dengan berbagai tuduhan pencucian uang, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran kepercayaan (AFP)

FAJAR.CO.ID — Miliaran dolar hilang dari kas negara. Ratusan juta barang mewah disita dari rumah mantan perdana menteri. Penyelidikan korupsi dan pencucian uang mencakup enam negara akibat kasus .

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak diadili kemarin (3/4) atas dugaan perannya dalam penjarahan multi-miliar dolar dana investasi negara atau yang dikenal sebagai skandal 1MDB. Dilansir dari ABC News pada Rabu (3/4), Departemen Kehakiman AS menuduh hampir USD 6,3 miliar uang disalahgunakan dari program 1MDB.

Pihak berwenang menuduh Najib dengan berbagai tuduhan pencucian uang, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran kepercayaan. Secara total, ia menghadapi 42 dakwaan. Jika terbukti bersalah dalam semua hal, ia dapat dihukum lebih dari 100 tahun penjara.

Pada hari-hari sebelum penangkapan Najib pihak berwenang menyita uang tunai, perhiasan, tas tangan desainer ternama, dan jam tangan senilai lebih dari USD 370 juta dari rumahnya. Penyitaan harta Najib itu membutuhkan 22 petugas, tiga hari, dan enam mesin hitung.

Najib juga secara konsisten membantah melakukan kesalahan. Ia mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan dan menggambarkan dirinya sebagai korban pemerintahan baru yang penuh dendam.

Dia mengklaim, uang dalam rekeningnya disumbangkan oleh Arab Saudi dan dia telah mengembalikan sebagian besar uang itu.

Menjelang persidangan, ia berusaha memperbaiki citranya. Membentuk kembali citra dirinya sebagai kelas pekerja, mencari suara terutama dari mereka yang mayoritas etnis Melayu dengan mengunjungi pasar lokal, makan di warung jajanan pinggir jalan dan berpose untuk selfie dengan penduduk setempat. (jpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *