Pembagian Kursi Menteri, Pengamat: Bisa Gerus Elektabilitas Prabowo-Sandi

Kamis, 4 April 2019 - 10:42 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bocoran pembagian kursi menteri kabinet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang disampaikan Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo bisa saja dinilai masyarakat sebagai politik dagang sapi.

Pengamat komunikasi politik asal Univesitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad menyayangkan bukan profil menteri yang cocok dan sesuai dengan visi-misi yang diangkat ke publik.

“Mestinya bukan bahas itu, lebih bagus profil sosok menteri yang dibutuhkan untuk jalankan, capai visi dan misi daripada bahas jatah menteri. Pola bagi-bagi jatah menteri ini seperti politik dagang sapi,” ujar Nyarwi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/4).

Ia khawatir jika dibiarkan mempengaruhi soliditas partai-partai politik di dalam koalisi Prabowo-Sandi mendekat hari H Pemilihan Presiden 2019 yang kurang dari dua pekan.

“Dan bisa memunculkan sentimen negatif atau bahkan menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi,” terang Nyarwi.

Hashim blak-blakan menyebutkan pembagian kursi menteri bagi partai koalisi.

“Saya kira itu antara saya dengan kakak saya. kita kan sudah sepakat dengan PAN ada 7 menteri untuk PAN, 6 untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas,” ungkapnya di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (1/4) pekan lalu.

(rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *