Pembocor Soal UNBK Dapat Nilai 0

Kamis, 4 April 2019 - 09:33 WIB
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA 2018, di Jakarta, Senin (9/4). (Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID–Kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA, terus diselidiki melalui proses penelusuran digital.

Juga lewat laporan yang masuk ke posko pengaduan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Saat ini kementerian sudah mengantongi nama-nama siswa yang diduga berbuat curang.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso menjelaskan, pihaknya sudah berhasil mengidentifikasi nama-nama siswa yang berbuat culas itu. “Jejak digital sudah teridentifikasi. Identitas, lokasi sekolah, dan kelas di mana siswa melaksanakan ujian sudah diketahui,” ungkapnya kemarin (3/4).

Menurut Ari, yang terjadi pada UNBK 2019 mata pelajaran matematika tersebut bukan kebocoran soal, melainkan tindak kecurangan. Siswa sengaja memotret soal ketika ujian sedang berlangsung. Hasil jepretannya lalu diunggah ke grup percakapan LINE Square dengan tujuan meminta bantuan anggota grup lain untuk menjawab soal itu.

Pelanggaran lain, siswa tersebut membawa handphone ke dalam ruang ujian. Berdasar aturan, membawa alat komunikasi, kamera, atau perangkat elektronik lain yang dapat merekam gambar merupakan bentuk pelanggaran berat. Ari mengatakan, lolosnya siswa membawa handphone ke ruang ujian tidak terlepas dari kelalaian pengawas ujian yang bertugas.

Meski telah menemukan identitas siswa yang berbuat curang, Ari enggan membeberkan. Dia menegaskan Kemendikbud akan menindaklanjuti hasil penyelidikan serta mempertimbangkan jenis pelanggaran dan sanksi yang bakal diberikan.

“Tidak bisa kami sampaikan detailnya. Nanti diberitahukan setelah proses selesai,” tutur Ari. “Pastinya mengacu POS (prosedur operasional standar, Red) BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan),” sambung pria asal Surabaya itu.

Merujuk POS BSNP tentang prosedur penanganan masalah dan tindak lanjut serta sanksi, kecurangan yang terjadi termasuk kategori pelanggaran berat. Sanksinya, siswa dikeluarkan dari ruang ujian. Siswa tersebut juga dianggap tidak menjalani ujian alias dinyatakan mendapat nilai 0 untuk mata pelajaran terkait. Sementara itu, pengawas ujian yang lalai akan dibebastugaskan sebagai pengawas. Paling tidak selama UNBK berlangsung.

Kepala Biro Pengembangan Anggota Federasi Serikat Guru Indonesia, Mansur mengatakan, grup percakapan yang dibikin siswa selalu ada setiap tahun. Sebenarnya itu menjadi sarana untuk diskusi yang positif. Tapi kemudian digunakan untuk membocorkan soal.

Meski begitu, terang Mansur, kecurangan tersebut bisa terjadi akibat kurangnya pengawasan guru dan pihak sekolah. Dia berharap para guru mampu menjalankan dengan baik tata tertib saat pelaksanaan ujian nasional.

“Guru tidak boleh menganggap UNBK ini ujian biasa. Meski hasil UNBK tidak menentukan kelulusan siswa, kecurangan tersebut merupakan kesalahan besar di dunia pendidikan,” tutur guru di SMAN 1 Gunungsari Lombok, Nusa Tenggara Barat itu.

Pengawas juga harus kembali mengingat bahwa sudah ada pakta integritas yang ditandatangani. Tujuannya, menjaga UNBK dengan sebaik-baiknya. “Sebelum masuk ruang ujian, siswa dikumpulkan dulu. Mereka diberi pengarahan tentang tata tertib dan sebagainya,” jelas Mansur.

Kepala SMAN 61 Jakarta, Horale Manullang mengaku menerapkan pengamanan berlapis untuk mengantisipasi adanya kecurangan oleh peserta didik. Satu jam sebelum ujian, siswa dikumpulkan untuk diberi pengarahan. Juga dilakukan penggeledahan oleh wali kelas masing-masing di ruang transit. Pemeriksaan juga dilakukan pengawas sebelum siswa masuk ruang ujian.

“Peserta ujian itu dilarang membawa handphone, kamera, bahkan jam tangan saja tidak boleh di sekolah kami,” paparnya.

Sebab, Horale menyadari, di era digital ada smartwatch yang terintegrasi dengan smartphone. “Termasuk juga pulpen, kami awasi,” imbuh pria asal Sumatera Utara tersebut. Skema itu akan terus dilakukan setiap hari hingga UNBK selesai pada 8 April. Hari ini (4/4) UNBK tingkat SMA akan mengujikan mata pelajaran bahasa Inggris.

Di sisi lain, kemarin sempat beredar screenshot identitas siswa yang melaporkan kecurangan UNBK ke posko pengaduan Itjen Kemendikbud. Siswa itu melaporkan foto soal ujian yang tersebar melalui grup percakapan Telegram. Dia menyimpan bukti-bukti percakapan hingga nama-nama siswa yang berbuat curang. ”Saya sudah belajar mati-matian, tapi mereka malah berbuat seperti itu,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Dia mengungkapkan, setelah melapor ke posko pengaduan Itjen Kemendikbud, dirinya mendapat banyak teror. Baik melalui telepon, pesan singkat, chat WhatsApps, maupun pesan langsung di media sosial. ”Saya tahu (risikonya). Biarin saja,” ucapnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyatakan, pihaknya juga menerima laporan dugaan kebocoran soal UNBK jenjang SMA untuk mata pelajaran matematika. Laporan tersebut masuk pada Selasa sore (2/4).

Berdasar pengamatan KPAI, foto soal yang beredar tersebut memang merupakan soal UNBK 2019. ”Artinya, itu memang bukan layar saat simulasi atau geladi bersih,” katanya.

Sebab, dalam foto-foto yang beredar tertulis PUSPENDIKCAT CBTTEST19. Kalau soal simulasi atau geladi bersih, di layar tertulis PUSPENDIKCATCBT17. Sebab, yang digunakan adalah soal-soal UNBK periode 2017.

“Kesimpulannya, itu benar soal UNBK matematika tahun 2019. Berarti ada kelalaian dari pengawas ruang,” kata mantan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) itu.

KPAI mengapresiasi tindakan cepat Kemendikbud terkait dengan bocornya soal yang beredar di aplikasi LINE. Menurut Retno, KPAI sudah menerima informasi bahwa Kemendikbud melakukan penelusuran jejak digital. Bentuk sanksinya juga sudah dijatuhkan. Yakni, hasil ujian siswa yang menyebarkan soal UNBK akan dibatalkan. Sementara itu, hukuman bagi guru atau pengawas ruangan, mereka tidak boleh menjadi pengawas selama UNBK berlangsung.

Menurut Retno, sanksi perlu dijatuhkan supaya menimbulkan efek jera dan pelajaran bagi siswa lain. “Namun, tetap diberi kesempatan untuk memperbaiki diri,” katanya. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.