Sembilan Parpol Terancam Tidak Lolos ke Parlemen

Kamis, 4 April 2019 - 20:05 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Charta Politika Indonesia memprediksi hanya ada tujuh partai politik yang lolos parliamentary threshhold atau ambang batas parlemen.

Sedangkan sembilan lainnya harus merangsek mengejar ketertinggalan agar mencapai ambang batas.

Direktur Riset Charta Politika Muslimin memaparkan, tujuh parpol yang diprediksi bakal lolos parlemen yakni PDI Perjuangan dengan 25,3 persen, Partai Gerindra 16,2 persen, Partai Golkar 11,3 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 8,5 persen. Disusul Partai Demokrat 5,2 persen, Partai Nasdem 5,2 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,0 persen.

Sedangkan, sembilan partai yang terancam tidak lolos parlemen ialah Partai Amanat Nasional (PAN) 3,3 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,4 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,2 persen, Partai Perindo 2,0 persen dan Partai Hanura 1,0 persen.

Kemudian Partai Bulan Bintang (PBB) 0,5 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen dan Partai Berkarya 0,1 persen.

“Dari kedua katagori partai yang berpotensi lolos dan terancam tidak lolos parlemen itu ada beberapa partai yang menempati posisi menengah. Adalah PAN yang meraih 3,3 persen suara, disusul PPP dengan 2,4 persen, PSI 2,2 persen, dan Perindo 2,0 persen yang berada pada klasemen partai menengah,” jelas Muslimin saat pemaparan hasil survei di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (4/4).

Menurutnya, partai dengan klasifikasi menengah tersebut masih punya kesempatan lolos ke Senayan karena ada 11,7 persen pemilih yang belum memutuskan pilihan.

Sedangkan untuk Hanura yang mendapatkan 1,0 persen, PBB 0,5 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen dinilai berpotensi terancam tidak lolos parlemen.

“Partai-partai itu rasanya sulit untuk lolos ke parlemen,” kata Muslimin.

Survei Charta Politika digelar pada 19-25 Maret terhadap 2.000 responden dari 34 provinsi. Menggunakan metode multistage random sampling, hasil survei mendapati tingkat kesalahan 2,19 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

(rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.