Setelah ISIS Runtuh, BNPT akan Deradikalisasi WNI di Syria

0 Komentar

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (jpc)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah berupaya melakukan deradikalisasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang terpapar ideologi radikal di Syria. Upaya tersebut dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa jumlah WNI di Syria tidak sedikit. Setelah runtuhnya ISIS, banyak di antara mereka yang tinggal di kamp-kamp. “Sekarang itu yang tertampung, khususnya kaum perempuan,” ungkapnya.

Berdasar data dari BNPT dan Kemenlu, banyak di antara mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Untuk memastikan hal tersebut, Kemenlu akan menjembatani. Tujuannya, semua WNI yang terpapar bisa mengikuti program deradikalisasi.

Petugas di sana nanti ditugasi mendata jumlah serta asal muasal para WNI tersebut. Termasuk di antaranya bagaimana cara mereka berangkat dari Indonesia ke Syria. Mantan Wakapolda Kalteng itu pun menyampaikan bahwa tidak tertutup kemungkinan WNI bisa keluar dari Indonesia karena menggunakan jalan pintas. Misalnya memakai dokumen palsu.

Karena itu, keabsahan dokumen-dokumen mereka bakal kembali ditelusuri. Setiap WNI yang keluar dari Indonesia secara ilegal tentu punya risiko untuk kena sanksi. “Kalau secara ilegal (ke luar negeri, Red) berarti ada pelanggaran-pelanggaran dokumen administrasi yang harus dia pertanggung jawabkan,” beber Dedi.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment