Tanpa Efek Ekor Jokowi, Nasdem Optimis Raih Suara Melebihi Hasil Survei

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSR — Nasdem optimis memperoleh suara lebih tinggi dari hasil survei yang dirilis oleh beberapa lembaga survei. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, menanggapi survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat elektabilitas Nasdem sebesar 5,7 persen.

“Nasdem optimistis, karena lima tahun lalu jelang Pemilu 2014 lembaga survei Indikator merilis hasil elektabilitas NasDem di angka 2,7 persen, faktanya kita dapat 6,7 persen,” tutur Willy, Kamis, 4 April 2019.

Dikatakan Willy, kekuatan Nasdem terletak pada ketokohan para caleg yang maju mengendarai Nasdem. Bukan terletak pada identitas partai atau tingkat keterkenalan masyarakat terhadap nama, logo, dan nomor urut partai.

“Karena kekuatan Nasdem itu seperti fenomena Gunung Es, dengan basis partai sudah 5,7 persen ditambah dengan kekuatan figuritas caleg, Nasdem bisa memperoleh suara lebih tinggi,” tutur Willy.

Willy bilang, Nasdem tidak mendapatkan cocktail effect yang besar dari dukungan partai kepada Jokowi. Itulah alasannya mengapa Nasdem menggunakan seluruh kekuatan pada figuritas caleg untuk meraup suara. “Kami sadar itu karena partai baru yang tidak bersandar pada efek ekor jas capres,” tuturnya.

Kendati demikian, NasDem mengapresiasi hasil survei elektabilitas yang dirilis oleh Indikator. Menurutnya, hasil survei tersebut merupakan sebuah rapor bayangan jelang Pemilu yang akan dilaksanakan 14 hari lagi.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan adanya tren kenaikan elektablitas partai besutan Surya Paloh itu. Pada Oktober 2018, elektabilitas Partai Nasdem hanya 3,2 persen, kemudian naik menjadi 4,2 persen pada Desember 2018 dan kini menjadi 5,7 persen.

Sementara itu, elektabilitas tertinggi masih dipegang PDI Perjuangan dengan 24,2 persen. Disusul Gerindra 11,7 persen, Golkar 11,5 persen, PKB 8,8 persen, Demokrat 8,7 persen dan PKS 6 persen.

Sebanyak delapan partai lainnya diprediksi tak lolos parliamentary threshold. Partai tersebut adalah Perindo yang hanya 2,6 persen, PAN 2,2 persen, Hanura 1,3 persen, PSI 1,3 persen, Berkarya 0,8 persen, PBB 0,6 persen, Garuda dan PKPI masing-masing 0,2 persen. (bay)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...