Tol Jogja-Solo, Ini Masukan dari BPCB agar Hindari Situs Cagar Budaya

Kamis, 4 April 2019 - 05:21 WIB

JALAN TOL: Sebuah truk tengah melintasi jalan tol Solo-Kertosono ruas Solo-Sragen yang sudah dioperasikan. (Arief Budiman/Radar Solo)

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) telah memberikan masukan trase jalan yang digunakan untuk jalan tol Jogja-Solo. Untuk menghindari terdampaknya situs-situs cagar budaya.

“Kemarin kami sudah rapat dengan PU (Dinas Pekerjaan Umum) tentang trase tol, yang dibahas Jogja-Solo,” kata Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan, dan Pemanfaatan BPCB DIJ, Muhammad Taufik, Rabu (3/4).

Dalam koordinasi dengan PU membahas trase jalan untuk tol itu, telah ada beberapa kesepakatan. Yakni menghindari situs cagar budaya yang ada, seperti Candi Sambisari. “Ada 3 trase yang dirapatkan, untuk meminimalisir terkena situs. Nantinya akan dibangun dengan konsep layang (elevated). Kan di daerah sana (Sleman, yang akan dilewati tol) ada situs Sambisari dan juga Selokan Mataram,” ucapnya.

Ia juga mengatakan ada titik yang mana elevated nanti akan turun ke konsep tol biasa. Dalam pembangunannya di tol yang bukan elevated juga telah disepakati ketika menemukan situs saat penggalian tanah maka dialihkan.

“Kami juga minta disiapkan dana untuk penelitian. Ketika nanti membuka (menggali) tanah dan ternyata ditemukan ada situs cagar budaya,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekda DIJ, Gatot Saptadi mengatakan, pembangunan tol ini merupakan proyek pemerintah pusat. Ia pun belum bisa memastikan kapan akan dimulai, khususnya untuk Jogja-Solo. “Tapi kami juga siapkan trase jalan,” ucapnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.