Aneh… Warga Palopo Ramai-ramai Kavling Laut

Jumat, 5 April 2019 - 07:13 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, PALOPO — Kawasan Pantai Kota Palopo terancam beralih fungsi. Indikasinya, banyak patok milik perorangan yang ditancapkan di laut kawasan Jalan Lingkar tersebut.

Pemerintah terkesan membiarkan patok penanda kavling di kawasan laut ini.

Anggota DPRD Palopo, Budiman, meminta pemerintah mencabut patok yang ada di laut. ”Tanah itu merupakan tanah negara yang tidak boleh dipatok untuk pribadi,” kata Budiman.

Dia menjelaskan, kawasan pesisir dulunya merupakan daratan yang mengalami abrasi. Warga menganggap dulunya tanah mereka. Lalu jadi laut. Makanya mereka kavling.

Asisten I Pemkot Palopo, Burhan Nurdin, mengakui memang banyak patok yang mengkavling laut jadi miliknya. ”Laut merupakan tanah negara. Tidak boleh diklaim sebagai lahan milik pribadi,” kata Burhan kepada FAJAR.

Masyarakat tidak dibolehkan memasang patok kavling lahan laut. Lahan tersebut merupakan tanah negara. Kawasan ini merupakan laut. Luas laut yang beradi kawasan jalan lingkar mencapai 100 hektere.

Pemerintah Kota Palopo mengusulkan agar tanah negara ada di pesisir pantai yang dibelah jalan lingkar segera dilihkan menjadi areal penggunaan lain.

Di mana dapat dijadikan perkantoran pemerintahan. Bukan dialihkan menjadi milik pribadi. Selain itu, dapat dijadikan lahan penanaman mangrove. Supaya dapat menjadi tempat ikan bertelur dan berkembang biak. Penanaman mangrove juga memgatasi abrasi. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.