Ganjar Sampaikan Pesan Jokowi Soal Kasus Pengeroyokan di Purworejo

Jumat, 5 April 2019 - 21:55 WIB

NGOPI BARENG: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat ngopi di angkringan bareng warga Kutoarjo, Purworejo, Jumat (5/4). (dok. Istimewa)

FAJAR.CO.ID, PURWOREJO – Kasus pengeroyokan seorang pengatur lalu lintas kendaraan proyek pertambangan di Purworejo ternyata memancing perhatian Presiden Joko Widodo. Hal itu dibeberkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat ngopi di angkringan bareng warga Kutoarjo, Purworejo, Jumat (5/4).

Ganjar berkisah bagaimana ia ditanyai langsung oleh Jokowi mengenai kondisi korban bernama Yuli Wijaya, 28. Tepatnya saat keduanya berjumpa pada acara kampanye terbuka di Brebes, Kamis (4/4) kemarin.

“Pak Presiden tanya langsung sama saya. Beliau bertanya piye bocah kae? Saya jawab saya mau nengok langsung pak. Kemarin beliau mengatakan juga telah mengirim utusan,” kata Ganjar yang mengaku ke Kutoarjo, kampung halamannya, karena ingin menghadiri resepsi pernikahan keponakannya.

“Kampanye yo kampanye, tapi ojo jotos-jotosan. Pak Jokowi berharap agar yang ini tidak terulang. Kemarin yang di Solo kejadian, yang di Purworejo juga kejadian. Ya kampanye mesti damai, jangan adu otot, adu keceriaan saja, adu program saja,” bebernya lagi.

Sekedar diketahui, Yuli adalah warga Krendetan, Bagelen, Purworejo. Dia merupakan pengatur lalu lintas jalur keluar masuk kendaraan proyek pertambangan batu andesit di kawasan Jalan Jogja kilometer 11, dekat SDN Krendetan, Bagelen, Purworejo.

Yuli menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah massa peserta kampanye yang dugaannya adalah bagian dari kubu pendukung Prabowo-Sandi. Yang tengah dalam perjalanannya kembali menuju arah Jogjakarta usai menghadiri acara kampanye terbuka kubu 02 di Lapangan Kemiri, Selasa (2/4).

Baik Yuli dan rombongan pengeroyok saat itu bertemu di tempat tak jauh dari posisi korban tiap harinya bekerja. Kepolisian sementara menduga, peristiwa ini dipicu lantaran korban mengenakan kaos bergambar Jokowi. Para pengeroyok sempat meminta korban melepaskan pakaian yang dikenakannya sebelum menghajarnya ramai-ramai.

Pada kesempatan ini pula, Ganjar juga menyampaikan pesan Jokowi lainnya. Supaya masyarakat jangan ada yang memprovokasi dan terprovokasi karena kejadian ini.

“Jangan ada yang kepancing, karena suaranya mau ada balasan. Jangan. Jangan dibalas. Dan kejadian Solo maupun Purworejo jangan sampai terulang. Kan dulu di jalan Magelang kan terjadi, juga di Temanggung juga terjadi. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi,” harapnya.

Ganjar pribadi mengaku telah menerima sederet laporan mengenai kondisi korban. Bahkan, pria berambut putih itu sudah memastikan langsung dengan menelpon yang bersangkutan. Rencananya, hari ini Ganjar juga telah janjian akan ngopi bareng Yuli di angkringan sekitar Kutoarjo.

“Mudah-mudahan segera sembuh. Kemarin saya sudah telepon. Tadi janjiannya mau ke sini (angkringan). Saya juga mau ke sana sebenarnya, tapi diomongin dia mau diajak ke sini tapi ternyata tidak diajak ke sini,” akunya.

Katanya, Yuli masih mengalami trauma keluar rumah akibat peristiwa yang menimpanya beberapa waktu lalu. Ia tak pernah menyangka jika hanya mengenakan kaus bergambar idolanya seperti kemarin bisa membuatnya mendapatkan lebam serta tujuh jahitan di bagian kepala.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *