Kawin Paksa, 5 Pasangan di Gunungkidul Pilih Cerai

Jumat, 5 April 2019 - 13:36 WIB

FAJAR.CO.ID, GUNUNGKIDUL – Perkawinan yang dipaksakan masih ditemukan kasusnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Menikah yang dilatarbelakangi perjodohan itu awalnya bertujuan agar bisa bahagia, tapi akhirnya justru berujung perceraian.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Gunungkidul Barwanto mengatakan, pada 2018 ada 4 pasangan yang diketahui mengalami pernikahan paksa. Kemudian untuk 2019 ini ada 1 pasangan.

“Mereka mengajukan cerai. Persoalan awalnya berasal sering cekcok, tidak pernah dinafkahi. Tapi dalam persidangan akhirnya mengaku kalau menikahnya dipaksakan,” katanya, ditemui di kantornya, Jumat (5/4).

Dalam persidangan kasus-kasus itu diungkapkan selama menikah pasangan tidak rukun. Bahkan sampai tidak melakukan hubungan sebagaimana pasangan suami-istri.

“Orang tua menginginkan anaknya bahagia, kemudian dijodohkan. Tetapi karena tidak saling cinta dan setengah hati, kena masalah sedikit saja jadi besar,” katanya.

Selain pernikahan dijodohkan, juga ada 1 kasus perkawinan karena dijebak. Pengajuan cerai untuk kasus ini pada awal 2019, terjadi di Kecamatan Patuk.

Barwanto mengungkapkan untuk menikah karena dijebak ini yang mengajukan cerai pihak pria. Dia dijebak ketika membeli produk suvenir di sebuah toko.

“Saat akan membayar suvenir yang dibeli, dompetnya direbut oleh perempuan. Setelah itu keluarga perempuan datang dan meminta pria itu menikahi putrinya,” katanya.

Saat akan dinikahi ternyata diketahui perempuan itu sedang hamil besar. Namun bukan atas hasil hubungan dengan pria yang membeli suvenir itu. “Saking polosnya, pria itu menikahi perempuan itu. Tapi akhirnya mengajukan cerai,” ucapnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.