Kejutan Jelang Hari H, Caleg Incumbent Bertumbangan

Jumat, 5 April 2019 - 13:57 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Kejutan tampaknya akan terjadi pada pemilu legislatif Dapil II Sulsel yang tinggal beberapa hari lagi. Survei INDIKATOR periode 20 Maret – 01 April yang merupakan survei teranyar menunjukkan beberapa caleg petahana bertumbangan. Sisa waktu kampanye yang tersedia diperkirakan tidak akan berpengaruh signifikan pada perubahan perolehan suara hingga Hari-H Pileg 17 April 2019 nanti.

Syamsul Bahri, misalnya, petahana beberapa periode DPR-RI Partai Golkar hampir pasti kehilangan kursi. Caleg pendatang baru terlihat dominan seperti Supriansa, Yasir S.E, Erna Taufan Pawe dan Rismayani A.Hamid. Faktor dominasi pada wilayah kekuasaan masing-masing seperti Supriansa di Soppeng, Erna Taufan Pawe di Parepare atau Rismayani di Pangkep menjadi penyebabnya. Hanya Andi Rio Pajalangi yang diperkirakan mempertahankan kursinya. Caleg dua periode ini terlihat sulit terkejar pesaingnya atas dominasi di Bone dengan pemilih terbanyak sesulsel.

Survei ini menunjukkan Partai Golkar meraih tiga kursi di dapil neraka ini dgn total share pemilih sebesar 26,1% yang bahkan membuka peluang Golkar meraih kursi keempat. Kursi kedua diperkirakan diraih Supriansa dan kursi ketiga oleh Yasir SE atau Erna Taufan Pawe.

Andi Iwan Darmawan Aras petahana partai Gerindra juga diprediksi kehilangan kursi sebab dukungan terhadap partai Gerindra turun drastis dari 19,2% pada survei INDIKATOR periode Februari 2019 menjadi hanya 10,1%. Andi Rudianto Asapa diperkirakan akan mendapatkan kursi Gerindra di dapil ini. Gerindra hanya akan mendapatkan satu kursi setelah sebelumnya diperkirakan meraih dua kursi. Namun Andi Iwan Darmawan Aras kemungkinan kembali mendapatkan kursinya jika salah satu dari dua partai yang perkirakan tidak lolos Parliamentary Treshhold (PT) 4% yakni PPP dan PAN. Survei terbaru Charta Politika menyebutkan tiga partai ini tidak mampu melewati ambang batas parlemen.

Jika prediksi Charta Politika ini terbukti kelak maka dua incumbent akan tersungkur di dapil 2 Sulsel yakni Andi Mariattang (PPP) dan Andi Yuliani Paris (PAN). Yang menarik dari survei terbaru INDIKATOR ini, meski PPP dan PAN lolos ambang batas, petahana dipastikan kehilangan kursi sebab kursi PPP akan dimiliki H.Askar dan kursi PAN akan diraih Suhartina Bohari.

Nasdem mencatatkan pencapaian paling progresif yakni meraih dua kursi dan meraih posisi kedua setelah Partai Golkar. Nasdem meraih total share 18,5% yang membuka partai yang didirikan Surya Paloh ini meraih kursi ketiga. Posisi Akbar Faizal masih dominan dengan sebaran demografis pemilih yang merata selain di Wajo yang merupakan basis Akbar Faizal.

Peningkatan suara signifikan Nasdem atas sumbangan empat caleg yakni Siti Maryam yang juga istri bupati terpilih Wajo dan Siti Hasnah istri bupati Barru plus nama besar mantan wakil walikota Parepare Andi Faisal Sapada dan Bekas Kadis Pertanian Sulsel Lutfi Halide. Dan satu nama yang sangat populer dan membantu pergerakan suara Nasdem di dapil sulsel dua ini adalah bekas gubernur dua periode SYL. Kursi kedua Nasdem diperkirakan diraih Siti Hasnah dan kemungkinan kursi ketiga diraih SYL.

Sementara kursi dua petahana lainnya yakni Andi Akmal Pasluddin dan Nasyit Umar akan hilang. Penyebabnya, partai masing-masing gagal mendulang suara dan kalah dibanding partai-partai lainnya. Andi Akmal Pasluddin (PKS) bekerja sendiri tanpa dukungan signifikan dari caleg PKS lainnya. Hal yang sama terjadi pada PD dimana dominasi Nasyit Umar di Sinjai diruntuhkan Andi Rudianto Asapa. Sementara pergerakan calon PD lainnya tak cukup mampu mendongkrak perolehan suara partai besutan SBY ini.

Petahana lainnya, Syamsu Niang, diperkirakan mampu mempertahankan kursinya di internal PDIP meski jarak dengan pesaing internalnya, Andi Yaqkin Pajalangi hanya selisih 0,2% pada total share pemilih PDIP.

Berikut prediksi raihan suara dan kursi dapil II Sulsel:

Survei Indikator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *