Koordinator Honorer: Pilih Pemimpin Peduli Honorer K2

Jumat, 5 April 2019 - 07:53 WIB

FAJAR.CO.ID–Koordinator Hononer K2 Jawa Timur, Munir Qu mengajak seluruh rekan senasib untuk menjadi pemilih cerdas pada Pilpres 2019. Dia mengatakan, jumlah suara honorer K2 maupun nonkategori mencapai jutaan orang, tapi selama ini diabaikan partai politik peserta pemilu 2019.

“Honorer menjadi fenomena pemilih tersendiri, yang luput dari radar partai. Mungkin lupa kalau honorer adalah pemilih cerdas dan menengah ke atas, yang tingkat kesalahannya zero,” kata Munir, Jumat (5/4).

“Makanya ayo saudara-saudara semua. Honorer sisa K1, K2, Non-K, OPS, PPPK, dan yang CPNS. Gunakan akal sehatmu, gunakan nalarmu, gunakan logikamu. Coblos pemimpin yang punya visi misi penuntasan honorer jadi PNS,” sambungnya.

Cari pemimpin, lanjutnya, jangan hanya pada perjanjian politik. Apalagi honorer sudah pernah dicederai perjanjian politik bernama Piagam “Ki Hajar Dewantara” yang diteken Jokowi namun tidak dijalankan.

Munir menambahkan, memilih pemimpin akan menentukan nasib banyak orang. Jangan sampai dikorbankan karena kesalahan memilih pemimpin.

Honorer harus menyoblos minimal pemimpin yang punya kemauan mengubah nasib para pengabdi bangsa ini. Honorer sudah bekerja, keringatnya telah dinikmati Bumi Pertiwi, tapi para pemangku kebijakan kurang menghargai.

“Honorer dinilai bukan sebagai aset malah dinilai sebagai beban negara. Honorer dinilai tidak kompeten dan profesional. Padahal honorer ikut menjalankan roda pemerintahan dan ikut membangun peradaban bangsa ini,” tegasnya.

Ahmad Subagja, koordinator honorer K2 Jawa Barat menambahkan, honorer bisa merekrut massa sebanyak-banyaknya.

Apalagi hampir 95 persen petugas TPS dan penyelenggara pemilu se-Indonesia adalah kalangan guru honorer. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.