Kronologis Pencoretan Caleg PAN dari DCT Pemilu 2019

Jumat, 5 April 2019 - 20:14 WIB

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN), Haris Tappa dicoret dari daftar calon tetap (DCT) pada Pemilu 2019, 17 April mendatang.

Ketua PAN Gowa, ini pun mengaku bakal menggugat ke Bawaslu pada Senin, 8 April. Ia tak terima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, mencoret namanya.

“Saya mau menggugat KPU, Senin ini. Saya mau ke Bawaslu Gowa. Masa orang sudah masuk DCT, dicoret. Saya mau tempuh jalur hukum,” kata Haris, Jumat (5/4/2019).

Gugatan ini, kata Wakil Ketua DPRD Gowa, itu karena pelanggaran undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Pasal 285 kepada dirinya, sebenarnya multi tafsir. Tak mestinya, ucapanya, hak politiknya dicabut.

“Kalau Bawaslu Gowa menolak, saya akan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” sambungnya.

Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis mengatakan, bila Haris Tappa tak terima atas pencoretan ini. Ia boleh melayangkan gugatan sesuai mekanisme. “Beliau (Haris Tappa) punya hak sebagai peserta Pemilu. Silakan ikuti mekanisme,” ucapnya.

Terkait kronologis dicoretnya Ketua PAN Gowa ini dari DCT Pemilu 2019, berawal dari video yang tersebar di media sosial oleh Bawaslu Gowa pada Kamis (23/12/2018).

Dalam video tersebut, Haris diduga melakukan kampanye saat reses di Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu Gowa, pada Jumat (23/11/2018).

Bahkan, Lurah Bontoramba, Abdul Latif Has juga diperiksa karena hadir pada saat reses di salah satu rumah warga turut hadir.

Singkatnya, atas temuan ini Haris Tappa kemudian dipanggil ke Bawaslu Gowa, agar mengklarifikasi video tersebut pada Kamis (13/12/2018) hingga akhirnya diputuskan bersalah. (sua)

===
KRONOLOGIS PENCORETAN HARIS TAPPA

Jumat, 23 November 2018
Pukul 21.00 Wita
Haris Tappa Reses di Kelurahan Bontoramba Kecamatan Somba Opu, Gowa.

Kamis, 13 Desember 2018
Bawaslu Gowa menemukan video Haris Tappa yang diduga melakukan kampanye diluar waktu kampanye yang sudah ditetapkan.

Selasa, 18 Desember 2018
– Bawaslu Gowa memeriksa Haris karena dalam reses tersebut beredar video ia diduga kampanye. Sembari memeriksa saksi.

– Berselang beberapa hari berikutnya, Bawaslu Gowa kembali melakukan pemeriksaan terkait dugaan melanggar undang-undang pemilu.

Kamis, 3 Januari
Bawaslu Gowa melimpahkan kasus dugaan pelanggaran Haris ke Polres Gowa sebagai anggota Gakkumdu dan kembali diperiksa.

Rabu, 13 Februari 2019
Haris menjalani sidang dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Sungguminasa. Hukuman denda lima juta rupiah sibsider satu bulan penjara.

Kamis, 4 April
KPU Gowa mencoret Haris dari DCT Pemilu 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.