Laporkan Tiga Akun Medsos ke Bareskrim, KPU Minta Penyebar Hoaks Ditangkap

Jumat, 5 April 2019 - 10:18 WIB

FAJAR.CO.ID–Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan tiga akun media sosial (medsos) ke Bareskrim Polri pada Kamis (4/4) malam. Laporan itu terkait viralnya video di medsos yang menyebut server ‎milik lembaga penyelenggara pemilu itu, sudah diatur untuk memenangkan capres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan tiga akun medsos itu diduga menyebarkan video viral. Viral itu pun menjatuhkan legitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu. Adapun ketiga akun itu berada di platform berbeda. Yakni; Twitter, Facebook, dan Instagram.

“Ada tiga akun di media sosial kita laporkan, kemudian menyampaikan alat bukti berupa rekaman video. Kami melihat tiga akun ini menjadi bagian yang menyebarkan berita (viral, red),” ujar Arief di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/4).

Arief mengatakan, akibat beriat hoaks yang begitu viral, bisa mengganggu kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu. Untuk itu, KPU melaporkan ketiga akun itu ke Bareskrim Polri. Berharap pelaku penyebaran hoaks ditangkap. Lebih dari itu mereka bisa diproses secara hukum.

Terpisah, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Albertus Rachmad Wibowo mengaku akan menindaklanjuti pengaduan dari KPU. “Kami akan menindaklajutinya. Saya belum bisa beri keterangan apa pun karena kami belum melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Untuk diketahui belakangan ini ‎beredar video di media sosial dengan bebarapa versi durasi. Di beberapa video itu menayangkan salah seorang bernama Wahyu yang pernah menjadi staf Jokowi ketika menjabat Wali Kota Solo.

Dalam video itu, Wahyu menyebut informasi mengenai server milik KPU yang sudah diatur untuk kemenangan Paslon Jokowi-Ma’aruf Amin. Ini dikatakannya setelah berkunjung ke Singapura. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *