Ngeri! Warga Cianjur Ngidap Penyakit Aneh, Jari Tangan dan Kaki Busuk Hingga Lepas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, CIANJUR – Pepen (47), warga Kampung Pasir Halang RT 02/01, Desa Sukamulya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengidap penyakit aneh.

Kedua tangan dan kakinya menghitam seperti terbakar. Selain itu, jari-jari tangan dan kakinya membusuk hingga terlepas satu per satu. Akibat lepasnya jari-jari tangan dan kakinya itu, tulang tangan dan kakinya pun sampai terlihat.

Amilah (42), istri Pepen mengaku tidak tahu persis penyakit apa yang diderita suaminya itu. Pasalnya, dokter pun juga tak tahu persis penyakit yang membuat tangan kaki Pepen menghitam.

Amilah menceritakan, sebelumnya suaminya sehat-sehat saja dan tak menderita penyakit apapun. “Waktu itu pulang dari kebun terus nemu ikan lele besar di selokan. Tapi ikan lelenya warna hitam,” katanya.

Ikan lele tersebut, lanjut Amilah, diambil suaminya dengan kedua tangannya sendiri untuk dibawa pulang. Akan tetapi, sesampainya di rumah, badan Pepen lantas panas-dingin dan meriang. Ia mengira bahwa itu adalah sakit flu biasa.

Karena itu, Pepen lantas meminum obat flu biasa yang dibelinya di warung terdekat lantas langsung tidur.

Namun yang cukup aneh adalah, telapan tangan dan kaki Pepen terdapat bercak-bercak hitam seperti kotor. “Terus dibawa ke puskesmas dikasi obat,” tuturnya.

Yang lebih aneh, saat sakit demam yang diderita Pepen pulih, tangan dan kakinya malah menghitam seperti habis terbakar.

Malah, tangan dan kaki suaminya itu mengeluarkan nanah sampai mengakibatkan luka. “Makin lama yang hitam makin banyak terus jadi busuk,” bebernya.

Amilah menjelaskan, keluarganya bukan tidak diam saja. Selama ini, Pepen sudah berobat kemana-mana. Baik pengobatan medis sampai pengobatan alternatif. Akan tetapi, bukannya membaik, kondisi tangan dan kaki suaminya itu malah makin memburuk.

Tak hanya itu, kedua tangan dan kaki Pepen yang menghitam juga mengeluarkan nanah. “Lama-lama jarinya jadi putus, sampai tulangnya kelihatan,” katanya.

Kini, dirinya pun hanya bisa pasrah meski Pepen kadang tak bisa menahan rasa sakit pada tangan dan kakinya.Pasalnya, keluarga tersebut sudah tak lagi memiliki uang untuk mengobati penyakit aneh yang diderita Pepen.

Bahkan, sepetak sawah yang menjadi satu-satunya harta keluarga pun sudah dijual untuk biaya pengobatan Pepen.

“Kami hanya bisa pasrah. Jangankan biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja sudah susah,” ungkapnya. (Fajar/pojok)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment