Pameran Kehutanan Terbesar di CCC

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Indogreen Environment and Forestry Expo 2018 ke-11 resmi dihelat di Celebes Convention Center, Makassar, Kamis (4/4/2019). Pameran kehutanan dan lingkungan hidup terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga Ahad (7/4/2019).

Gawean yang mengusung tema “Integrasi dan Sinergi Industri Pada Sektor Kehutanan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” ini, menghadirkan konsep edukatif infomatif, dan full entertain.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono hadir membuka secara resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya mengemukakan, ada 25.863 desa berlokasi di sekitar kawasan hutan. Terdiri atas 9,2 juta rumah tangga, dan 1,7 juta di antaranya masuk dalam kategori keluarga miskin.

Dengan diberikannya akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan, diharapkan kesenjangan sosial dan ekonomi dapat teratasi.

Yakni, melalui program Perhutanan Sosial di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Melalui pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM). Koreksi dilakukan secara sangat mendasar, karena konsep Perhutanan Sosial didasari pada orientasi untuk keadilan ekonomi masyarakat.

Ada lima skema Perhutanan Sosial yang diberlakukan, yaitu Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat (HA), dan Kemitraan Kehutanan (KK).

Bambang memaparkan, realisasi Perhutanan Sosial per 1 April 2019 tercatat seluas 2,61 juta Ha bagi 656.569 KK, dalam 5.572 Kelompok Tani pada 314 Kabupaten.

“Khusus Sulawesi Selatan tercatat seluas 86.686,04 Ha bagi 41.443 KK dalam 505 kelompok. Hasil dari program perhutanan sosial menurut penelitian meliputi perubahan perilaku pada masyarakat,” jelas Bambang di hadapan para hadirin, Kamis (4/4/2019).

Adanya perubahan perilaku masyarakat meliputi munculnya rasa memiliki. Masyarakat tidak mengambil hasil hutan secara sembarangan. Tumbuhnya, kesadaran untuk menjaga kelestarian hutan.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman turut hadir mengakui, adanya fenomena kerusakan lingkungan di Bumi. Hal itu tidak lepas dari perbuatan manusia.

Maka dari itu, lelaki asal Kabupaten Bone ini mengajak hadirin untuk menanam dan merawat tumbuhan. Terlebih, dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk merawat tumbuhan tersebut.

“Perlu gerakan bersama. Tanam pohon disesuaikan daerahnya. Lakukan serentak dan penuh kesadaran,” ujarnya.

Sudirman juga sempat menyinggung, sebelum menikah dilakukan aksi menanam pohon terlebih dahulu.

Adapun Presiden Direktur PT Wahyu Promo Citra, Sukur Sakka berujar, pameran tersebut diikuti 101 pihak, mulai dari perusahaan terkait lingkungan, instansi pemerintah, hingga komunitas. (smd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment