Pasokan Bawang Merah Berangsur Normal, Pedagang Jangan Berspekulasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Semangat petani menanam bawang merah di sentra produksi masih tinggi. Berkurangnya pasokan di Brebes saat ini lebih disebabkan waktu panen mundur.

Saat penanaman di Brebes berkurang, penanaman di daerah penyangga meluas ke Demak, Kendal, Pemalang, Madura hingga Bima.

“Kalau ada yang bilang petani bawang merah tidak semangat tanam itu salah besar. Yang terjadi saat musim hujan, petani mengatur pola tanam, dari lahan sawah irigasi ke lahan-lahan off season atau lahan kering, ” ujar Ahmad Soleh, Wakil Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) di Jakarta, Jumat (5/4).

“Pertengahan April ini aja, Kendal panen raya 350 hektar secara berjenjang, Kalau ada pedagang yang nahan-nahan barang atau coba-coba spekulasi, dijamin rugi sendiri nanti. Kami petani juga tidak nyaman dengan harga tinggi, karena mengganggu dapur kami juga, ” ujar Soleh.

Sementara, Kepala Seksi Hortikultura Kabupaten Indramayu, Yuniah, mengatakan saat ini tanaman bawang merah masih banyak dijumpai di daerah Patrol.

“Saat ini petani bawang merah Patrol sebagian besar memang baru memasuki persiapan tanam raya,” beber Yuniah.

Adapun kebutuhan benih dipasok dari Brebes dan Cirebon. Sebagian petani sudah menyisihkan hasil panen untuk dijadikan benih.

“Jadi sama sekali gak ada masalah dengan benih bawang merah”, kata Yuni. “Menghadapi lebaran nanti pasokan dari Patrol sangat aman”, tandasnya.

Penangkar benih bawang merah Pati, Suparlan, membantah saat ini benih bawang merah langka.

“Memang begitu harga konsumsi tinggi, mendorong stok bibit ikut terjual. Tapi tidak semua hanya sebagian. Lah saya aja masih ada 30 ton benih. Harganya juga standar sekitar Rp 25 ribu per kilo,” beber dia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pasokan bawang merah ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta saat ini berangsur normal. Pasokan mencapai 32 truk dari normalnya cukup 25 truk.

Dalam beberapa hari ke depan, pasokan diprediksi normal 30 truk per hari. Hal ini terlihat dari turunnya harga di Pasar Induk Kramat Jati di kisaran harga Rp. 1.000 sampai Rp. 2.000 dibanding hari sebelumnya.

Terkait masih tingginya harga di tingkat retail saat ini diduga akibat pedagang masih menjual stok yang dibeli beberapa hari lalu.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh. Ismail Wahab menyebut panen bulan april mencapai 9 ribuan hektar dengan potensi produksi 90 ribu ton.

“Saya pastikan tanaman bawang merah masih sangat luas, sebagian bahkan sudah siap panen. Dari Jawa Barat sendiri saja mampu mengisi pasar Jabodetabek. Pasokan aman, jangan khawatir,” tegas Ismail.

Untuk mengisi Pasar Jakarta dan sekitarnya, penyangga bawang merah tidak hanya dari Brebes namun dari sentra besar lainnya seperti Bandung, Garut, Sukabumi, Kendal, Demak, Majalengka, Cirebon bahkan Nganjuk dan Solok.

“Tidak ada alasan harga bertahan tinggi, karena di tingkat petani saja hanya Rp. 20-23 ribu per kilo. Masa di retail bisa 2 kali lipat. Tidak wajar itu,” ujarnya.

“Yang pasti kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mencermati harga saat ini. Saya hanya ingatkan, jangan ada yang main-main dengan harga,” pungkas dia.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...