Pulang Bulan Madu, Pengantin Baru Meninggal karena Pilot Menolak Mendarat

Jumat, 5 April 2019 - 09:38 WIB
Foto: Legacy.com/Screenshot

FAJAR.CO.ID, HOLOLULU—Seorang pengantin baru bernama Brittany Oswell meninggal dalam penerbangan pulang dari bulan madu setelah pilot menolak untuk mengalihkan pesawat ketika dia jatuh sakit. Pilot maskapai penerbangan berulang kali menolak permintaan seorang dokter untuk mendarat, klaim dokumen pengadilan.

Keluarga Brittany Oswell mengatakan seorang dokter dalam penerbangan dari Honolulu, Hawaii, meminta agar pesawat itu mendarat tiga kali setelah wanita 25 tahun itu menderita emboli paru-paru, gumpalan darah yang berpotensi fatal menghalangi arteri antara jantung dan paru-paru. Tetapi pilot American Airlines dikabarkan menolak untuk mengalihkan penerbangan selama darurat medis April 2016.

Oswell berhenti bernapas di udara, dan dibawa ke Baylor Medical Center di Texas segera setelah jet itu mendarat. Calon perawat yang baru saja menikah dengan suami Cory Oswell, meninggal di rumah sakit tiga hari kemudian.

Keluarga Brittany sekarang menggugat American Airlines, mengatakan bahwa penerbangan tersebut seharusnya dialihkan, dan defibrillator yang salah di atas pesawat semakin menghambat peluangnya untuk bertahan hidup. Ibunya Tina Starks, dari Columbia di South Carolina, mengatakan kepada Honolulu Star Advertiser: “Dia butuh pesawat itu untuk mendarat sehingga dia bisa mendapatkan perawatan dari rumah sakit yang sebenarnya, bukan dalam penerbangan.”

Menjelaskan sakit hati yang disebabkan oleh kematian mendadak putrinya, Tina menambahkan: “Anda tidak pernah bisa melupakan ini. Anda tahu cara mengelola rasa sakit dan itu adalah proses harian, setiap jam, menit demi menit. Anda harus hidup dalam kenyataan yang tidak ingin Anda ikuti.”

Ayah Brittany, Chris Starks, juga menyerang American Airlines karena tidak menanggapi mereka selain mengakui tuntutan hukum mereka setelah kematian Brittany. Mereka ingin pramugari menerima pelatihan medis minimal dan tes reguler dilakukan di atas peralatan medis untuk memastikan itu berfungsi.

Kasus ini dipindahkan dari pengadilan yang dekat dengan rumah mereka di Carolina Selatan ke Fort Worth di Texas pada 27 Maret. Seorang hakim menjelaskan bahwa menempatkan kasus itu di dekat tempat Brittany meninggal, dan di dekat kantor pusat perusahaan American Airlines akan membuatnya lebih mudah untuk memfasilitasi saksi mata. Tanggal sidang belum ditetapkan. (Metro/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.