Dua Aset Pemkab Torut Berkasus 

Sabtu, 6 April 2019 - 09:13 WIB

FAJAR.CO.ID.RANTEPAO, –Kawasan Lapangan Bakti dan Gembira digugat oleh ahli warisnya. Kedua lokasi aset Pemkab Torut sudah berproses kasasi di tingkat MA.

Sejumlah pihak yang berada dalam lokasi itu akan melakukan perlawanan hukum. Beberapa barang bukti dari yang mengaku ahli waris tengah didalami keasliannya oleh kepolisian.

Ahli waris keluarga almarhum haji Ali menggugat lapangan gembira yang didalamnya terletak lokasi SMA 2 Rantepao, puskesmas, gedung olah raga , kantor Lurah Pasele dan kantor pemerintah dan swasta lainnya.

Di PN Makale hingga proses banding di PT Makassar Pemkab Torut dinyatakan kalah.

Sementara, lapangan Bakti digugat oleh keluarga Ludia Parirak. Di sana selain sebagai lapangan upacara dan sepakbola, di sekitarnya juga juga dimanfaatkan Pemkab Torut sebagai pusat kuliner.

Kasus ini , Pemkab Torut menang di PN Makale namun kalah di tingkat banding pada PT Makasar hingga akhirnya harus berproses kasasi di MA.

Terkait kedua kasus tersebut , Bupati Kalatiku Paembonan sudah mepersiapkan langkah – langkah perlawanan hukum . Selain melibatkan kuasa dan penasIhat hukum juga tokoh adat Ba’lele , pihak lembaga terkait dan seluruh komponen.

Tak hanya itu Kalatiku juga melaporkan kasus itu ke Presiden Jokowi, komisi yudisial serta ke pihak kepolisian. Proses itu dinilainya sarat ketimpangan , sejumlah data dan keterangan tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya dibuktikan administrasi yang serba foto kopi . Sejumlah barang bukti yang diduga palsu kini dalam tahap penyelidikan di polres Tator.

” Saya sudah menempuh upaya hukum dan siap mempersiapkan perlawanan hukum, kita prihatin karena aset ini sudah diserahkan ke pemerintah tetapi digugat oleh pihak yang mengaku ahli waris, ” ungkap Kalatiku

Sementara pihak Polres Tator, kini tengah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah barang bukti ahli waris yang dilaporkan diduga diragukan keasliannya . Bukti itu berupa kertas yang dijadikan kwitansi. Barang bukti itu akan diuji labfor dan ke kantor arsip nasional dan bank Indonesia. (fkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *