Pemilu 2019, JK: Antara Harapan dan Ketegangan

Sabtu, 6 April 2019 - 14:43 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat menghadiri Festival Kebangsaan II di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/4). (Fisca Tanjung/JPC)

FAJAR.CO.ID, MALANG – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri Festival Kebangsaan II di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada kesempatan ini, JK berkomentar tentang Pemilu 2019. Momen pesta demokrasi dianggap sebagai ujian antara harapan dan ketegangan.

“Memang kami sebagai bangsa itu selalu diuji. 11 Hari lagi Pemilu, juga ujian antara harapan dan ketegangan. Bagi yang ikut tentu harapan. Sekaligus tegang menang atau kalah,” ujar JK, Sabtu (6/4).

JK menyebutkan, segala ujian akan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang lebih besar. Selain pemilu, sebentar lagi umat muslim juga akan menghadapi ujian. Yakni, masuknya bulan Ramadan.

“Sebulan lagi Ramadan. Itu juga merupakan ujian dan cobaan serta kenikmatan. Sebagai bangsa yang besar, segala cobaan itu merupakan sebuah kenikmatan. Hal itu bisa menjadikan bangsa menjadi lebih kuat,” ucap JK.

Di depan ribuan mahasiswa, JK lantas menyampaikan perbedaan antara negara dan bangsa. “Negara jelas ada batasnya. Tapi bangsa tidak mempunyai batas. Batasannya adalah kesamaan, perasaan, dan tujuan. Itulah yang mempersatukan kami sebagai bangsa. Kami menghargai kebangsaan dengan kebhinekaan. Perbedaan bukan kelemahan. Tapi perbedaan adalah kekuatan,” ulas JK.

Meski berbeda-beda, Indonesia mempunyai kekhasan yang tidak dipunyai negara atau bangsa lain. Salah satunya mempunyai kepulauan terbesar di dunia. Yaitu, sebanyak 17 ribu pulau. Indonesia juga terdiri dari beragam suku. Seperti Jawa, Batak, Makassar, dan lainnya.

JK menekankan, ada tiga 3 hal yang harus disatukan untuk memajukan sebuah bangsa. Pertama, pemerintah yang bersih, tegas, dan mempunyai aturan aturan yang baik. Kedua, teknologi, ilmu yang dikuasasi bangsa.

Ketiga, enterpreneurship atau kewirausahaan. “Disamping faktor-faktor lainnya, kami harus menyatukan tiga hal ini. Segitiga ini untuk maju,” tukas JK.

Tidak ada negara maju tanpa adanya teknologi, penguasaan, maupun kewirausahaan yang baik. “Tidak ada negara yang maju tanpa pemerintahan yang baik. Apabila ketiganya baik, maka majulah bangsa itu dan kami menuju ke situ,” imbuh JK.

Semetara itu, Fetival Kebangsaan juga dihadiri oleh beberapa tokoh. Antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo, dan lainnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.