Polda Jatim Tangkap Penyebar Hate Speech yang Catut JPNN

Sabtu, 6 April 2019 - 23:00 WIB

Akun Facabook Antonio Banerra yang mencatut JPNN. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Polda Jatim menangkap seorang lelaki yang menyebarkan info meresahkan dan mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN) melalui Facebook, Sabtu malam (6/4). Dia ditangkap setelah menyampaikan ujaran kebencian dan rasialisme terhadap etnis tertentu yang viral pada Jumat malam (5/4). Pelaku berinisial AK itu ditangkap di Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

Saat menyebarkan ujaran kebencian, AK mengaku bekerja di JPNN. Itu dituliskannya pada profil akun Facebooknya. Saat ditangkap di rumahnya, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Ahmad Yusep Gunawan menegaskan AK tidak memiliki korelasi dengan JPNN maupun Jawa Pos.

“Iya sudah (ditangkap, Red). Dia bukan wartawan Jawa Pos,” tegas Yusep.

Dari video penangkapan yang diperoleh, seperti dikutip dari JawaPos.com (Grup Fajar), AK mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak pernah bekerja di Jawa Pos dan JPNN. Dia hanya iseng mengisi biodata pekerjaan di akun Facebooknya. “Ya kan kita tinggal pilih (data pekerjaan di Facebook, Red). Waktu itu yang kepikiran Jawa Pos. Saya nggak kerja di Jawa Pos,” aku AK saat ditanya polisi.

Seorang sumber internal JawaPos.com di kepolisian menyebut bahwa AK merupakan pecatan sales. AK pernah bekerja di perusahaan provider internet. “Kalau sekarang pengangguran. Dia pakai nama Jawa Pos karena iseng, Masih didalami lebih lanjut,” ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur Bisnis dan IT JPNN Auri Jaya mengapresiasi penangkapan pelaku. “Kami berterima kasih atas langkah sigap Polri yang telah menangkap pembuat akun Antonio Banerra,” terangnya.

Saat ini PT JPNN sedang mempersiapkan langkah-langkah hukum lanjutan. Bahan-bahan pendukung untuk laporan polisi sedang dikumpulkan. Sebab, JPNN memang tidak memiliki wartawan atau koresponden atas nama Antonio Banerra.

“Kami akan membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri. Perbuatan pelaku yang mengumbar ujaran kebencian dan mengaku sebagai pegawai JPNN telah mencemarkan nama baik kami,” tambah Auri.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.