Target Menang 65 Persen, Jokowi: Sekarang Saya Telah Memiliki Keluarga di Sumut

0 Komentar

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo saat sampaikan program kerjanya dalam kampanye tertutup di Medan, Jumat (5/4). (Budi Warsito/JPC)

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Gelanggang Olah Raga yang berada di Jalan Williem Iskandar, Medan sudah dipenuhi ribuan orang, Jumat (5/4) malam. Sejak pukul 19.00 WIB, para relawan dan simpatisan Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) itu datang dengan menggunakan pakaian putih.

Mereka berteriak dan mengelu-elukan nama Jokowi. Suasana yang riuh menjadi semakin riuh saat pasangan Ma’ruf Amin memasukin arena kampanye tertutup sekitar pukul 21.35 WIB. Meski agak lama menunggu, para pendukung Jokowi yang hadir tampak semakin semangat.

Dihadapan ribuan pendukungnya, Jokowi mengawali orasi politiknya dengan sebuah pantun. “Seuntai kapas jadi benang. Benang ditenun jadi kain. Kami datang ke Deliserdang. Doakan menang Jokowi-Amin,” ujar Jokowi disambut riuh tepuk tangan, Jumat (5/4) malam.

Kesabaran para pendukung dan simpatisannya menanti mendapatkan acungan jempol dari mantan Wali Kota Solo itu. Ia mengungkapkan, hal itu pertanda militansi yang menunjukkan sebuah kekuatan di Sumut.

Jokowi dalam kesempatan itu menekankan kepada para pendukungnya agar peroleh suara Jokowi-Amin melebihi perolehan suara Jokowi-JK pada Pemilihan Presiden 2014 lalu. Dimana pada 2014 lalu, dirinya dan JK memperoleh suara 55 persen di Sumatera Utara (Sumut).

“Tahun ini Jokowi-Maruf seharusnya hitungan saya, kalkulasi saya harusnya lebih dari 65 persen. Sanggup? Angkat jempolnya,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ia pun menyatakan, perolehan suara di angka 65 persen di Sumut bukanlah hal yang sulit. Apalagi saat ini, dirinya sudah mempunyai menantu yang merupakan orang Sumut.

“Hati-hati, hati-hati. 2014 kita mendapatkan 55 persen, padahal saat itu saya belum memiliki keluarga di Sumut. Sekarang saya telah memiliki keluarga di Sumut. Bobby maju sini. Saya sekarang sudah punya anak yang namanya Bobby Nasution. Di Sumut, kalau nanti tidak nambah awas. Awas kalau tidak nambah,” kata Jokowi sambil menunjuk ke arah para pendukungnya sambil tersenyum.

“Tapi saya menyakini, itung-itungan kalkulasi kita diatas 60 persen bukan barang sulit. Itu barang mudah kalau kita bekerja, tinggal 13 hari bekerja keras,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyinggung soal isu-isu dan fitnah yang ditujukan kepada dirinya. “Jangan sampai ada isu-isu, fitnah-fitnah, hoaks, semua harus berani melawan. Berani?,” tanyanya yang disambut teriakan dari pendukungnya.

Ia pun meminta kepada pendukungnya untuk meluruskan dan menjawab semua hoaks dan fitnah terhadap dirinya ke masyarakat di pelosok Sumut.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ivan Iskandar Batubara mengungkapkan, angka 65 persen yang disebutkan Jokowi merupakan angka minimum. Target mereka bahkan lebih tinggi dari itu.

“Target yang dibebankan ke kami di TKD adalah tujuh puluh persen, sedikit lagi. Kami mohon doa, mohon restu dari semua warga semua, dukungan penuh untuk capai target tersebut,” ujar Ivan kepada awak media.

Ia pun menegaskan, bukan hal yang berlebihan kalau warga Sumatera Utara memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mengingat bahwa orang nomor satu di tanah air tersebut merupakan bagian dari Sumatera Utara.

“Bapak Joko Widodo itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Sumatera Utara. Beliau adalah keluarga warga Sumut. Jokowi Siregar, dan beliau juga sudah diberikan gelar Tuanku Sri Indah Pertama Junjungan Negeri,” ungkapnya.

“Jangan lupa, Pak Jokowi punya cucu Boru Nasution. Tidak terbantahkan, bukan hal yang berlebihan kalau warga Sumatera Utara itu menangkan Pak Jokowi,” tandasnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...