77 Ribu Calon Jamaah Haji Sudah Rekam Biometrik, Akhir April Beres

Minggu, 7 April 2019 - 19:07 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mulai tahun ini, Pemerintah Saudi menerapkan kebijakan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa haji dan umrah. Proses tersebut wajib dilakukan jamaah haji 1440 H/2019 M di sejumlah kantor VFS Tasheel yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Muhajirin Yanis mengatakan, sejak kali pertama dibuka pada 11 Maret 2019, sudah lebih tujuh puluh ribu jemaah yang sudah melakukan perekaman. Menurutnya, proses berlangsung setiap hari dan jam kerja di kantor VFS Tasheel.

“Sampai hari ini, sudah 77 ribu jemaah atau sekitar 38 persen yang sudah rekam biometrik,” ujar Muhajirin di Jakarta, Minggu (7/4).

Adapun kuota jemaah haji reguler tahun ini berjumlah 204 ribu. Data terkini, presentasi terbesar yang sudah rekam biometrik adalah provinsi Jawa Barat. Pada urutan berikutnya, ada provinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Utara.

“Keempat Provinsi ini sudah di atas 50 persen. Kami tetap upayakan agar proses rekam biometrik ini bisa selesai pada akhir April,” terang dia.

Sementara itu, Kasubdit Dokumentasi Haji Kemenag Nasrullah Jassam menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan VFS Tasheel agar proses rekam biometrik bisa lebih dipercepat lagi. Salah satu upayanya, yakni merelokasi alat dari tempat yang sudah selesai ke wilayah yang belum ada kantor VFS Tasheel.

“Gorontalo sudah hampir 100 persen. Kalau sudah selesai, sebagian alatnya akan dipindah ke daerah lain, misalnya ke Papua,” tutur Nasrullah.

Ditambahkan Nasrullah, hasil rekam biometrik yang dilakukan jamaah akan ditindaklanjuti dengan proses penerbitan visa. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan subditnya untuk memproses visa jamaah.

Karena itu, Nasrullah memastikan proses penerbitan visa sudah mulai bisa dilakukan akhir April sehingga diperkirakan sudah banyak yang siap hingga awal pemberangkatan haji pada awal Juli mendatang.

“Selain hasil rekam biometrik, untuk penerbitan visa, diperlukan paspor jemaah, bukti telah suntik vaksin meningitis, serta lembar bukti pelunasan biaya haji. Sampai saat ini, lebih 185 ribu paspor jemaah sudah siap,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *