Menkominfo Sebut Hoaks Banyak Serang Capres 01 daripada 02

0 Komentar

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara (Ridho Hidayat/JPC)

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyebut mendekati pemungutan suara 17 April mendatang semakin banyak ditemukan berita hoaks ( berita bohong). Meski Capres-cawapres 01 dan 02 sama-sama diserang, namun yang paling banyak adalah dari 01.

“Kebanyakan dalam hal politik, pemilu, pencapresan. Paling banyak Maret ke (Capres-cawapres) 01,” kata Rudiantara usai menghadiri kampanye terbuka di Alun-alun Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Minggu (7/4) sore.

Pada Agustus 2018 lalu, kasus hoaks yang telah diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi hanya ada 25. Desember 2018 meningkat menjadi 75 atau meningkat 3 kali dibanding Agustus. Kemudian pada Januari 2019 menjadi 175 dan di angka 353 pada Februari.

“Maret ada 453. Ini saya bicara sebagai Menteri, jangan melemparkan hoaks. Hoaks itu sifatnya fitnah, dan yang parah Namimah. Itu menjadi domba dan, dosa!” katanya.

Ia mengatakan di Kemenkominfo selain tugasnya mengangkat atau mengidentifikasi hoaks juga berkoordinasi dengan aparat hukum. Untuk mendeteksi siapa yang pertama menyebarkan hoaks. “Insya Allah penyebar hoaks akan ketahuan, karena ada jejak digital,” katanya.

Rudiantara juga meminta agar masyarakat menyambut Pemilu 17 April mendatang dengan gembira. “Kita memasuki pesta demokrasi tanggal 17 April mendatang, puncak pesta politik. Kalau pesta, kita menyambutnya dengan cara bergembira,” ucapnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar