Pakar Militer: Anggaran Pertahanan Harus Naik 7 Persen dari GDP

Minggu, 7 April 2019 17:45
Pakar Militer: Anggaran Pertahanan Harus Naik 7 Persen dari GDP

“Garhan (anggaran pertahanan) kita dengan MEF itu tidak based on threats yang real. Sehingga projection serta gelar dan postur TNI tidak mencerminkan ready for who and what (siap untuk siapa dan apa),” tegas istri mantan perwira tinggi militer TNI Angkatan Darat, Djaja Suparman itu.Connie menilai, anggaran militer harus bisa ditingkatkan setidaknya 5-7 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Pasalnya, visi Poros Maritim Dunia jelas berdampak mengubah ruang serta doktrin tentara untuk dioperasikan.Sebelum itu, harus diperjelas dulu kerangka kerja dan road map pertahanan dan keamanan nasional. Sayangnya, hingga kini Indonesia belum memiliki NSC, serta RUU Keamanan Nasional juga terbengkalai. Kemudian perlu diperjelas bagaimana reformasi fungsi organisasi pertahanan.“Seperti contoh order of battle kita masih disintegrated, antar kodam, koopsau, dan koopsal masih terpisah-pisah. Segera kita butuhkan adalah the real integrated armed forces,” tutur Connie.Memang, Indonesia saat ini tidak bisa diremehkan dengan menempati urutan ke-15 negara terkuat di dunia. Keahlian tempur TNI dan semangat juangnya terbukti bagus, meski dengan segala keterbatasan yang masih ada.

Bagikan berita ini:
8
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar